Berawal dari perbincangan informal singkat, mudika ICYO meminta Romo Paulus Lie OFM, seorang imam tamu yang sedang mengunjungi umat WAICC, untuk membimbing fellowship (program bible sharing/study ICYO) sesi kedua di tahun 2012 ini.
Perbincangan menjadi semakin menarik saat beliau membahas tentang seorang gadis Italia yang mendapatkan karunia stigmata. Pengurus pun langsung memutuskan untuk mengubah format acara bible sharing menjadi acara nonton bersama film dokumenter rohani, sekaligus melibatkan om dan tante dari WAICC.
Maka pada tanggal 3 Januari 2012, beberapa rekan mudika, om serta tante, kami mendapat kehormatan untuk mendengarkan langsung penjelasan dari Romo Paulus Lie OFM tentang sebuah kisah pengalaman spiritual yang terjadi di Italia, yang diharapkan dapat memperdalam wawasan Katolik kita khususnya terhadap Santa Perawan Maria.
Acara dimulai dengan refreshment yang kemudian dilanjutkan dengan diputarnya film dokumenter berjudul “The Apparitions of Manduria” yang berkisah tentang seorang gadis bernama Deborah Marasco. Banyaknya kekurangan dan ketidak-sempurnaan yang dimiliki Debora justru membuatnya ‘dikunjungi’ oleh Bunda Maria dan dipilih oleh Tuhan Yesus untuk menjadi panutan bagi umat lain.
Sama layaknya seperti kita yang penuh dosa dan celah, Tuhan Yesus dapat menggunakan siapa pun, dimana pun dan kapan saja untuk melayaniNya jika Ia berkehendak demikian.
Banyak keajaiban terjadi dan fenomena supra natural terjadi seperti tanda penampakan darah berbentuk salib dan hati di dinding dan langit-langit rumah Deborah, selain itu patung Bunda Maria dan Yesus pun terus menerus mengeluarkan air mata darah, dan minyak suci.
Setelah film usai, Romo Paulus Lie menekankan akan pentingnya berdoa Rosario dan devosi kepada Sang Bunda karena Beliau sendiri menjanjikan perlindungan khusus bagi mereka yang tetap setia berdoa bersama-Nya. Selain itu, Sang Bunda juga menjanjikan bahwa di saat dunia nanti akan menjadi semakin gelap karena dosa-dosa dan kejahatan, Ia akan menyelamatkan anak-anakNya yang setia dengan memberikan cahaya penerangan.
Romo Paulus berkata, “Di antara beribu-ribu penampakan Bunda Maria, hanya 6 yang diakui oleh Vatikan karena adanya politik internal. Beberapa Kardinal yang tidak menyetujui beberapa penampakan Bunda yang sudah banyak terjadi.
“Ini adalah bukti nyata bahwa banyak kekuatan jahat yang turut serta masuk ke dalam lingkungan gereja seperti yang sudah di nyatakan di dalam kitab suci”.
Sebelum Romo bertolak ke Brisbane (Romo Paulus harus mengejar flight 2 jam setelah acara ini berakhir – red), beliau memberikan umat satu botol berukuran kurang lebih 5ml yang berisikan minyak suci yang berasal dari air mata patung Bunda Maria di Manduria. Minyak suci itu secara harfiah dapat diperbanyak secara tak terbatas dengan meneteskan minyak suci asli ke minyak zaitun baru bersamaan dengan pengucapaan doa Salam Maria, Bapa Kami, Kemuliaan, dan Salve Regina (Salam Ya Ratu).
Besertaan dengan hal tersebut, Romo Paulus menganjurkan untuk mengurapi diri kita masing-masing menggunakan minyak suci ini secara rutin dengan membuat tanda salib serta mengucapkan “jamahlah kami” di kening kepala, “sayangilah kami” di dada, “sembuhkanlah kami” di telapak tangan kiri, dan “seperti yang Bunda kehendaki” di telapak tangan kanan.
“Kegunaan dari mengurapi diri kita dengan minyak suci ini adalah agar Bunda Maria dapat menguatkan iman kita, menyembuhkan jiwa kita dan melindungi kita,” jelas imam Fransiskan yang sudah lama bertugas di Jerman ini.
Tidak jarang umat Katolik mempertanyakan akan peran Bunda Maria dan pentingnya berdoa melalui perantaraan-Nya. Syukurlah, acara fellowship ini dapat memberikan pengertian yang lebih mendalam tentang sosok dan peran Bunda Maria dalam kehidupan umat Katolik.
Tertulis dalam injil Matius 18:20, Yesus bersabda “Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.” Oleh sebab itu Romo Paulus menambahkan, bahwa kita sebaiknya sering berkumpul dan mendoakan orang-orang yang membutuhkan doa.
Akan tetapi sebelum kita dapat melaksanakan hal itu, ada baiknya kita membentuk diri masing-masing secara pribadi terlebih dahulu di dalam Yesus sendiri, dengan pertolongan Sang Bunda agar dapat mempertebal iman dan menghindarkan diri dari godaan-godaan duniawi.
Ave Maria!
Donny Wibowo













