Natal, Momentum Penyadaran Diri untuk Menjadi Umat Tuhan yang Rajin Berbuat Baik

Dengan merayakan Natal, umat selalu diundang untuk masuk ke dalam rencana Allah, yakni menjadi umat-Nya yang lebih baik dari hari ke hari. Sebab Yesus lahir dan hidup di tengah-tengah umat manusia untuk menjadi Kristus Tuhan, Juruselamat, yang mengubah kondisi manusia; memperbaiki tatanan hidup umat –Nya yang makin lebih baik dan berkenan kepada Allah yang Mahabaik.

Merayakan Natal berarti merayakan kebaikan Allah sebagaimana ditunjukkan oleh Yesus yang lahir bagi kita. Itu berarti, seperti dikatakan oleh Beate Teresa dari Kalkuta, “ Setiap kali tersenyum, bersahabat dengan seseorang dan berbuat baik kepadanya, kita merayakan Natal. Setiap kali kita memberikan pengharapan kepada seseorang yang putus asa, kita merayakan Natal.” “ Jadi Natal bukan hanya malam tanggal 24 Desember atau 25 Desember. Setiap hari di mana kebaikan kita lakukan, kita sejatinya sedang merayakan Natal, di mana pun, dan kepada siapa pun itu kita lakukan.

Misa Kudus malam Natal, tanggal 24 Desember 2011 dimulai pk.20.00, diawali dengan prosesi bersama “ Maria dan Yosef” yang diperankan oleh Ade dan Sophian dengan tenangnya menggendong “kanak kanak Yesus”.

Misa malam Natal yang dihadiri cukup banyak orang , sekitar 200 umat dan berlangsung dengan hidmat, dimeriahkan oleh choir ICYO dan berakhir pada pk.21.30. Umat pun segera saling mengucapkan selamat natal.

Keesokan harinya tanggal 25 Desember 2011, bertempat di gereja St. Benedict dirayakan Natal bersama. Nampak banyak wajah-wajah baru, umat yang kebetulan sedang berlibur di kota Perth. Romo Paulus Lie yang kebetulan juga sedang berlibur disini juga mengingatkan semua umat akan kehadiran Allah dalam keseharian kita. Diakhir Misa , Romo Siriakus mengundang semua umat yang hadir untuk santap siang bersama menu ala Indonesia serta es cincau yang terasa begitu pas disaat udara panas siang itu. Banyak umat yang hadir siang itu, cukup membikin ketar ketir hati ibu-ibu bagian konsumsi. Tapi 5 ikan dan 2 roti telah mencukupi kita semua yang hadir.

Terima kasih Tuhan atas penyertaan –Mu di dalam komunitas WAICC.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.