background image
[Type text]
background image
Chaplain
Rm.Agustinus Ari Pawarto O'Carm
0422095880
Ketua WAICC
Christian Taniputra
0403628899
Wakil ketua
Hasan Sidi
0417170476
Alex Santoso
0433446463
Sekretariat
Wewe Hartanto
0431158016
Bendahara
Yunita Wijaya
0413792397
Yuly Johan
0413652709
Liturgy
Martina Rumantir
0411413589
Koordinator RCIA
Johana Moeljadi
0402028157
Pengembangan Iman
Lucia Dharma
0421081953
Koordinator Devosional
Puspita Kristijanto
93135274
Koordinator Karismatik
Teresya Khoe
0402307547
Koordinator sosial
Regina Wiyono
0411658849
Koordinator wilayah
Ignatius Budiharsa
0410415905
Ketua TOM
Albert Nugraha
0402474766
Ketua ICYO
Stephanie Miranti
0401431715
Ketua Young Adult
Ancela Suparno
0430565762
Susunan pengurus wilayah WAICC
Ignatius Budiharsa (Koordinator)
Kontak: 9456 4989, 0410 415 905 ignbudi@hotmail.com
St. Peter
Edna Labella (Ketua)
Kontak: 0413 129 169
Batas : North of the river
Daerah : North Fremantle ke utara dan ke timur.
St. Benedict
Roy Widjaja (Ketua)
Kontak: 0411 898 333, 9315 5347
Batas Leach Hwy ke utara, timur, Kwinana freeway.
Daerah :Fremantle, East Freemantle, Bicton, Palmyra, Melville,
Attadale, Alfred Cove, Myaree, Booragoon, Ardross,
Applecross, Mt Pleasant, Brentwood.
St. Mary
Lucia Steeman (Ketua)
Kontak: 0412741987, lsteeman@yahoo.com
Batas: Kwinana Fwy, Sth Perth hingga ke Salter Pt ke timur.
Daerah : South Perth, Kensington, Vic Park, East Victoria Park,
Lathlain, Como, Karrawara, Manning, Salter Pt,
Waterford, St James, Bentley, Cannington, Queens Park,
Wilson, dan suburb2 disebalah timurnya.
St. John & St. Paul
Deddy (Ketua) & Lena (Wakil)
Kontak: 9456 2029
Batas : Canning River mulai Bullcreek, Kwinana Fwy ke timur.
Daerah: Bull Creek, Rossmoyne, Leeming, Jandakot, Willetton,
Ferndale, Shelley, Riverton, Parkwood, Canning Vale,
Thornlie, Gossnelss dan suburb2 di sebalah selatannya.
St. Thomas More
Joseph Moeljadi (Ketua)
Kontak: 9310 4592, 0433 065 887
Batas : Leach Hwy ke Selatan, Timur Kwinana Fwy.
Daerah : White Gum Valley, O'Connor, Willagee, Kardinya,
Winthrop, Bateman dan suburb2 di sebelah selatannya.
background image
Halaman | 40
Misa Pengutusan Peserta WYD 2008
Hari Minggu, 6 Juli 2008, pk. 11.30
Misa Kudus akan dipersembahkan kepada Tuhan untuk para
peserta WYD dari WAICC. Pada hari itu
merupakan MISA PENGUTUSAN untuk
para peserta WYD. Oleh karena itu,
semua peserta WYD dari komunitas
WAICC sangat diharapkan kehadirannya
dalam Misa tersebut. Anak-anak muda
lainnya yang tidak ikut ke WYD Sydney
2008 juga diharapkan dukungan dan
kehadirannya. Anda diutus untuk menjadi rasul-rasul muda di
tengah Gereja!
Bersiaplah untuk diutus!
Daftar Senakel untuk bulan Juli - 2008:
Senakel
Senin, tanggal 7 Juli 08 bertempat:
Bertempat di Kel. Ibu Tress Guntoro
5, Keane Close- Winthrop
Jam : 19.00
Adorasi & Misa Senakel
Senin, tanggal 21 Juli 08
Bertempat di Gereja St. Joseph Pignatelli
35, Davidson Rd- Attadale
Jam : 19.00
Halaman | 1
Pembaca setia SHINE yang terkasih,
Peralihan bulan Juni ke Juli tidak hanya
merupakan pergantian ke tahun fiskal yang baru
tetapi kali ini juga akan ditandai dengan 2 hal
penting dalam kehidupan rohani kita. Paus
Benediktus XVI telah memutuskan perayaan
Tahun Paulus yang akan diawali tanggal 29 Juni
2008 untuk memperingati 2 abad kelahiran
Santo Paulus. Sementara itu pada bulan Juli
2008 ini Sydney akan menjadi tuan rumah Hari
Anak Muda Sedunia atau World Youth Day
(WYD).
SHINE mempergunakan kedua momentum
yang ada di sekitar kita ini untuk memeriahkan
edisi Juli ini, seperti dalam kolom Sapaan Pastor
yang Romo Ari tulis maupun saduran bebas
surat gembala Uskup Hickey dan Para Uskup
Australia. Liputan singgahnya Salib Suci WYD
dimana ICYO turut berpartisipasi juga kami
ketengahkan.
Kolom Profil kembali tampil dengan mengangkat
Vicar for Migrants yang banyak berkarya di
Afrika, Father Blasco Fonseca. Masih di benua
"hitam" ini, kami juga angkat karya putri tanah
air di tengah-tengah masyarakat yang kurang
beruntung dalam kolom Berita Mancanegara.
Sedangkan dalam kolom Tanya Jawab, kita
diajak memahami proses pemurnian untuk
membuat diri kita bisa berdamai dengan
sesama.
Akhir kata, pembaca kami ajak untuk menyimak
dan
menanggapi
tantangan
yang
diketengahkan para pemimpin agama kita.
Semoga kita semua bisa lebih mendalami
teladan Santo Paulus dan lebih berani lagi
menjadi saksi iman kristiani kita.
Penanggung jawab:
Ketua WAICC
Moderator:
Indonesian Chaplain
Dewan redaksi:
Jefta Afiat,
Patrick Kusnadi,
Indra Limargana,
Diana Puspita,
Hasan Sidi,
Ferry Widjaja,
Yunita Wijaya.
WAICC
Postal address
PO Box 1131,
Booragoon
WA 6954
Seketariat
WAICC CENTRE
119B Ardross Street
Ardross, W.A 6153
(08) 9316 3176
(04) 2209 5880

Website:
www.waicc.org.au
Email:
info@waicc.org.au
background image
Halaman | 2
Rasul Paulus, Kaum Muda dan WYD
audara-saudariku sekomunitas, tanggal 29 Juni 2008 kita
memulai Tahun St. Paulus, yang menandai 2000 tahun
kelahirannya. Sementara itu pada bulan Juli 2008 ini
Sydney - Australia menjadi tuan rumah World Youth Day yang
berlangsung dari tanggal 15 ­ 20 Juli. Moment tersebut
memiliki arti penting bagi kaum muda khususnya dan bagi
Australia pada umumnya.
Rasul Paulus dan Evangelisasi
Sepanjang Tahun St. Paulus ini, kita akan merenungkan
mengenai jiwa dan semangat Rasul Paulus sebagai rasul
bangsa-bangsa. Oleh sebab itu, berbicara tentangnya tidak
bisa dilepaskan dari kiprahnya sebagai rasul yakni karya
evangelisasi.
Dalam suratnya kepada umat di Korintus, yaitu mereka yang
dikuduskan dalam Kristus Yesus dan yang dipanggil menjadi
orang-orang kudus" (1Kor 1:2) Rasul Paulus menulis, "Kristus
mengutus aku bukan untuk membaptis, tetapi untuk
memberitakan Injil; dan itupun bukan dengan hikmat
perkataan, supaya salib Kristus jangan menjadi sia-sia" (ay
17). Pemberitaan Injil adalah suatu keharusan baginya.
Karena itu ia berkata, "Celakalah aku, jika aku tidak
memberitakan
Injil;
pemberitaan
itu
adalah
tugas
penyelenggaraan yang ditanggungkan kepadaku. Kalau
demikian apakah upahku? Upahku ialah ini: bahwa aku boleh
memberitakan Injil tanpa upah, dan bahwa aku tidak
mempergunakan hakku sebagai pemberita Injil" (1Kor 9:16-
18).
Menyimak kata-kata di atas, kita tahu bahwa ternyata Rasul
Paulus sangat menyadari arti panggilan dan perutusannya.
Baginya, pembaptisan bukan nomor satu. Sebab yang nomor
satu adalah pemberitaan Injil sedangkan pembaptisan adalah
buah dari pemberitaan Injil. Itulah sebabnya, kepada umat di
S
Halaman | 39
background image
Halaman | 38
Halaman | 3
Roma dia mengatakan dengan terus terang, "Barang-siapa
yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan. Tetapi
bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka
tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya
kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia?
Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada
yang memberitakan-Nya? Dan bagaimana mereka dapat
memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus?" (Rom 10:13-15).
Kata-kata Rasul Paulus ini membuat kita mengerti mengapa
dia mengatakan, "Kristus mengutus aku bukan untuk
membaptis, tetapi untuk memberitakan Injil". Pemberitaan Injil
atau evangelisasi adalah hal yang mendasar dan ia
menganggap diri sebagai "celaka" jika melalaikan tugas
pemberitaan Injil.
Kesadaran rasul Paulus yang amat tinggi itu membentuk
karakter dirinya sebagai seorang misionaris otentik, tidak mau
mempergunakan haknya sebagai pemberita Injil dengan minta
upah apalagi menentukan target. Tidak seperti pemberita-
pemberita Injil zaman ini yang mengaku sebagai pelayan dan
pemberita Injil dan pergi ke mana-mana namun menentukan
jumlah honor yang harus diterimanya. Ini bukan pelayanan
tetapi pekerjaan. Pemberitaan Injil dijadikan sebagai
pekerjaannya, bukan pelayanannya. Sebaliknya Rasul Paulus
menjadikan pemberitaan Injil sebagai pelayanannya. Sebab,
dia telah mengalami bahwa Injil adalah kekuatan Allah yang
menyelamatkan (bdk. Rom 1:16-17) sehingga ia juga ingin
agar sebanyak mungkin orang menerima Injil dan keselamatan
yang dari Allah.
Adakah kita punya kerinduan dan semangat seperti Rasul
Paulus ini?
Rasul Paulus dan Pendidikan Iman Kaum Muda
Paulus memberitakan Injil kepada segala bangsa dan segala
usia. Tua-muda, laki-laki-perempuan, semua mendapat
pemberitaan Injil supaya Kristus Yesus didengar dan dikenal,
background image
Halaman | 4
dicintai dan diimani. Dengan cara itu, diharapkan Kristus
Yesus menjadi bagian penting dari hidup mereka, bahkan
sebagai pusat hidupnya. Artinya, seluruh hidupnya bersumber
daripada-Nya (bdk. Yoh 15:1-8).
Seperti kepada umat di Kolose Rasul Paulus mengatakan,
"Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu
hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu
berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah
kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan
kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur"
(Kol 2:6-7).
Nasihat Rasul Paulus
ini sangat penting bagi
anak-anak muda. Kita
lihat di Australia ini,
khususnya, di mana
anak-anak
muda
merasa sudah dewasa,
menurut hukum sudah
boleh
lepas
dari
tanggung jawab orang
tua dan orang tua tidak
boleh campur tangan
atas
mereka,
maka
anak-anak muda hidup
terlalu bebas sampai
pada
titik
terendah:
tidak lagi ke gereja dan
bahkan
tidak
lagi
percaya kepada Kristus. Mereka tidak lagi ke gereja, iman
mereka makin merosot karena mereka tidak lagi hidup di
dalam Dia, berakar di dalam Dia, dibangun di atas Dia. Maka,
robohlah bangunan iman yang telah didirikan di tengah
keluarga.
Halaman | 37
tahun. Ia juga kagum dengan karya Romo Ari selama
penugasannya di sini. Suatu pujian yang sangat beralasan.
Untuk lebih memperkaya iman, ia mengusulkan agar WAICC
dapat lebih aktif mengikuti kursus-kursus yang diadakan oleh
keuskupan. Dengan mengirimkan perwakilan untuk mengikuti
kursus liturgi, musik,perkawinan maupun yang lain-lain, ia
berharap semakin banyak umat Indonesia yang kemudian bisa
menyebarkan ajaran-ajaran ini di kalangan masing-masing.
Tentu saja bisa kita dukung toh? Amin.
Telah di baptis:
Valerie Aurellia Widjaja anak dari pasangan Henny Saputra &
Victor Widjaja. Pada hari Minggu, 25 Mei 2008 di St.
Benedict's Church oleh Fr. Ari Pawarto, O.Carm
Baptisan bayi selanjutnya baru akan dilaksanakan pada
tanggal 29 Juni 2008.
background image
Halaman | 36
Father Blasco mengakhiri karya di Afrika pada tahun 1997 saat
kesehatannya terganggu.
Pandangan sebagai Vicar for Migrants
Di tahun 1999, Father Blasco kembali berkarya, kali ini di
keuskupan Perth. Dan pada awal tahun ini ia ditunjuk sebagai
vicar for migrants menggantikan Father Antonio Paganoni.
Salah satu alasan penunjukan Father Blasco diakuinya adalah
karena pengalaman hidupnya di berbagai negara dimana ia
banyak mengetahui budaya berbagai negara.
Misinya sebagai vicar for migrants cukup sederhana, yaitu
membuat setiap komunitas migran bahagia dan beroperasi
seperti yang telah berjalan. Di samping itu ia juga
menginginkan persatuan diantara komunitas migran ini.
Sementara untuk WAICC sendiri, beliau cukup terkesan
dengan beragamnya aktivitas, terutama kegiatan para
generasi muda setelah YA mengadakan seminar di paroki East
Fremantle. SHINE juga termasuk salah satu produk yang
dikaguminya, terutama setelah mengetahui bahwa newsletter
kita terbit setiap bulan secara konsisten selama lebih dari 2
Father Blasco bersama beberapa pengurus WAICC setelah menghadiri
misa berbahasa Indonesia 2 Maret yang lalu.
Halaman | 5
Lepas dari soal hukum, anak-anak muda sebenarnya tetap
membutuhkan nasihat, bimbingan dan bahkan teguran agar
iman tidak hilang ketika mereka sudah lepas dari tanggung
jawab orang tua. Karena itu, Rasul Paulus memberi nasihat
kepada Timotius demikian, "Tegorlah orang-orang muda
sebagai saudaramu" (1 Tim 5:1). Akh, betapa bahagianya
anak-anak muda yang masih mau mendengarkan tegoran
orang tua, terutama dalam hal kehidupan beriman. Sebab,
"Orang yang mengarahkan telinga kepada teguran yang
membawa kepada kehidupan akan tinggal di tengah-tengah
orang bijak" (Ams 15:31).
Rasul Paulus dan World Youth Day 2008
Tidak ada kaitan langsung antara Rasul Paulus dan WYD,
Sydney 2008. Namun demikian, jiwa dan semangat Rasul
Paulus (seharusnya) menjadi jiwa dan semangat WYD, yaitu
jiwa dan semangat untuk merasul, jiwa dan semangat
misioner, jiwa dan semangat untuk bersaksi tentang Kristus
(bdk. Kis 18:5).
Para uskup Australia yang tergabung dalam Konferensi Wali
Gereja Australia (KWA) menulis surat pastoral dengan tema,
"You will be My witnesses". Tema ini mengacu pada tema
WYD yang diambil dari Kisah Para Rasul, "Tetapi kamu akan
menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan
kamu akan menjadi saksi-saksi-Ku di Yerusalem dan di
seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi" (Kis
1:8).
Melalui kuasa Roh Kudus, para peserta WYD (khususnya)
akan diutus untuk menjadi saksi-saksi Kristus, juga di Australia
yang saat ini membutuhkan reevangelisasi dari kaum muda.
Pembaruan dan kebangkitan spiritual harus berangkat dari
kaum muda. Maka, terpilihnya Australia sebagai tuan rumah
WYD 2008 adalah kehendak Allah, agar orang-orang (yang
ada) di Australia bisa melihat dengan mata sendiri bagaimana
kuasa Roh Kudus mampu membaharui kaum muda pada
background image
Halaman | 6
khususnya dan peserta WYD serta orang-orang di Australia
pada umumnya.
Semoga mereka mengalami sebuah Pentakosta baru. Semoga
apa yang Allah kehendaki atas kaum muda yang mengalami
"lesu darah" mendapatkan "suntikan segar" dan dengan
mengalami oase spiritual selama WYD, mereka mau diutus
menjadi saksi-saksi Kristus. Gereja sangat membutuhkan
sumbangan mereka (kaum muda yang terlatih dalam iman dan
doa, red), dan kami sendiri telah kerap kali menyatakan
kepercayaan kami yang penuh pada mereka," tegas Bapa Suci
Paulus VI kepada kaum muda dalam Imbauan Apostolik
Evangelii Nuntiandi tentang karya pewartaan Injil dalam
Zaman Modern (1975:72).
Rm. Ari, O.Carm
TAHUN PAULUS
Surat Gembala Uskup Agung Barry Hickey dalam
rangka 2000 Tahun Kelahiran Santo Paulus
matku terkasih, Bapa Suci Paus Benediktus XVI telah
mengesahkan
perayaan
Tahun
Paulus
untuk
memperingati 2000 tahun kelahiran Santo Paulus. Tahun
peringatan akan dimulai pada tanggal 28 Juni 2008 dan ditutup
tanggal 29 Juni 2009.
Fokus perayaan liturgi utama akan berpusat di Basilika St.
Paulus di Roma. Basilika ini memiliki hubungan khusus
dengan gerakan misi Uskup Salvado yang meninggal di Biara
Basilika St. Paulus pada tanggal 29 Desember 1900 (Catatan
redaksi: Dom Rosendo Salvado Rotea, O.S.B adalah uskup
pertama Perth dan juga pelopor gerakan misi di New Norcia).
Paus Benediktus juga menganjurkan perayaan Tahun Paulus
di gereja-gereja setempat. Bagi umat yang tidak berada di
Roma bisa mendapatkan sebuah Indulgensi penuh pada saat
pembukaan dan penutupan jika mereka berpartisipasi dalam
U
Halaman | 35
uskup dari berbagai negara bersidang di Basilika Santo Petrus.
Suatu pengalaman yang tidak akan pernah terlupakan.
Setelah menyaksikan pergantian tampuk kepemimpinan gereja
ke tangan Paus Paulus VI dan juga penutupan Konsili Vatikan
II, ia ditahbiskan menjadi seorang imam tepatnya pada tanggal
1 April 1965 dan kemudian memulai karir panjangnya di Afrika.
Pengalaman menarik lainnya terjadi di tahun 1968 saat ia
mengalami masa transisi perayaan liturgi dimana imam mulai
menghadap ke arah umat saat mempersembahkan misa
kudus dan juga dimulainya penggunaan bahasa lokal yang
merupakan bentuk implementasi Konsili.
Karya Emas
Father Blasco kemudian menghabiskan hampir 30 tahun untuk
berkarya di Afrika. Banyak karya yang ia tinggalkan di sana,
diantaranya mengembangkan karya misionaris di 5 pelosok
Afrika Timur dan mengembangkan dunia pendidikan di daerah-
daerah yang sukar terjangkau. Di samping pendidikan formal
dimana ia mengusahakan para pengajar dari luar negeri,
terutama Eropa, ia juga membantu mengembangkan sektor
pertanian dan juga irigasi. Bertani merupakan hal yang baru
baginya saat itu namun keinginan keras untuk belajar
mengalahkan kegamangannya. Kesempatan melanglang
buana ke Eropa dan Amerika selama penugasannya juga ia
manfaatkan untuk memperdalam pengetahuannya di bidang
bercocok-tanam.
Di samping sektor riil, ia juga puas mengingat kembali karya
rohaninya. Ia banyak membantu perjalanan spiritual umat di
Afrika Timur dimana pada tahun 80-an ia memulai
mengadakan kursus-kursus bagi para pengurus paroki, kaum
muda, dan juga WK (wanita katholik). Pelatihan rohani ini
ternyata menarik perhatian para petinggi gereja di Afrika dan
kemudian dibakukan oleh keuskupan setempat.
background image
Halaman | 34
Father Blasco Fonseca
Jabatan sebagai Vicar for Migrants baru saja diemban Father
Blasco Fonseca di samping terus melayani sebagai pastor
paroki Immaculate Conception di East Fremantle. Suatu
tantangan yang memerlukan komitmen tinggi. Untuk itu SHINE
berusaha mewawancarai romo keturunan India yang banyak
berkarya di Afrika ini.
Perjalanan Hidup
Dilahirkan 66 tahun silam
dari pasangan campuran
India
dan
Afrika,
ia
banyak
menghabiskan
masa kecilnya di Pune,
sekitar 150km di sebelah
Tenggara Mumbai, India.
Saat
memasuki
usia
remaja,
Blasco
muda
bermigrasi ke Nairobi,
Kenya menyusul ayahnya
yang telah lebih dahulu
bekerja di negara yang
terletak di pantai Timur
Afrika
ini.
Rupanya
berpindah-pindah negara
menjadi
salah
satu
bagian hidup dari putra
tengah dari 5 bersaudara
ini.
Blasco
kemudian
memutuskan
untuk
berselibat dan meneruskan pendidikan di seminari di Roma,
Italia. Saat itu jabatan tertinggi gereja katholik dipegang oleh
Paus Yohannes XXIII dan ia sempat menyaksikan dengan
mata kepala sendiri Konsili Vatikan II dimana sekitar 2500
Halaman | 7
perayaan liturgi atau devosi publik dalam menghormati Santo
Paulus pada periode 28 Juni 2008 hingga 29 Juni 2009.
Di samping itu, saya juga telah menunjuk gereja-gereja berikut
di mana Indulgensi penuh akan diberikan pada 3 kesempatan
yaitu: 29 Juni 2008, 25 Januari 2009, dan 28 Juni 2009.
· Paroki St. Paul, 104 Rookwood Street, Mount Lawley
· Paroki Sts. Peter and Paul, Redemptorist Monastery,
Vincent St., North Perth
· Paroki St. Joachim, Shepperton Road, Victoria Park
· Paroki St. Simon Peter, Prendiville Avenue, Ocean
Reef
· Basilika St. Patrick, Adelaide Street, Fremantle
· Paroki St. Jerome, corner Rockingham road & Troode
street, Munster
· Paroki St. Joseph, corner Gordon & Wellington streets,
Northam
· Paroki St. Mary, corner Brockman & Porter streets,
Kalgoorlie
Jadi Indulgensi penuh dapat diperoleh di:
1. setiap gereja pada tanggal 28 Juni 2008 (pembukaan)
dan 29 Juni 2009 (penutupan).
2. Gereja-gereja yang telah ditunjuk pada:
a. Minggu, 29 Juni 2008: Hari Santo Petrus dan
Paulus
b. Minggu, 25 Januari 2009: Pesta Pertobatan
Santo Paulus
c. Minggu, 28 Juni 2009: Vigili Santo Petrus dan
Paulus
Bagi umat yang sakit dan tidak dapat meninggalkan rumah
(kediaman), bisa mendapatkan pengampunan jika mereka
secara rohani bersatu untuk memuliakan Santo Paulus,
mempersembahkan doa-doa dan pengorbanan mereka
kepada Allah bagi persatuan umat Kristiani.
Persyaratan umum yang berlaku untuk mendapatkan
Indulgensi penuh yaitu:
background image
Halaman | 8
1)
Mendoakan Bapa Kami dan Kredo (Aku Percaya) yang
disempurnakan
dengan
Sakramen
Tobat
dan
menerima Komuni suci.
2)
Berdoa bagi intensi-intensi Bapa Suci.
Indulgensi penuh bisa diperoleh satu kali dalam sehari dan
bisa diberikan kepada yang telah meninggal juga.
Semua pengikut Kristus dapat mempergunakan perayaan
Santo Paulus sebagai kesempatan untuk berdoa, belajar dan
merenungkan tentang kehidupan dan ajaran-ajaran Santo
Paulus, terutama dengan devosi dan bacaan dari Kisah Para
Rasul dan Surat-surat Rasul Paulus dalam Perjanjian Baru.
Para imam dari gereja-gereja yang telah ditunjuk telah diminta
untuk memberikan doa dan devosi khusus dalam menghormati
Santo Paulus dan untuk memberikan Sakramen Tobat pada
hari-hari tambahan ketika Indulgensi penuh dapat diberikan.
Semoga perayaan Tahun Paulus mengantar kita kepada suatu
penghargaan yang lebih besar terhadap Santo Paulus dan
kepada kesatuan umat Kristiani.
Salam dalam Yesus Kristus
B.J. Hickey (Uskup Agung Perth)
Juni 2008

Kamu akan Menjadi Saksi-saksi-Ku
Surat Gembala Para Uskup Australia menyambut
World Youth Day
ari Anak Muda Sedunia atau World Youth Day (WYD)
membawa tema yang sangat kuat: "Kamu akan menerima
kuasa kalau Roh Kudus turun ke atas kamu; dan kamu
akan menjadi saksi-Ku" (Kis 1:8).
Melalui Roh Kudus, kita
diberi kekuatan untuk menjadi saksi Kristus, yang berarti kita
H
Halaman | 33
dosa mau tidak mau harus dibersihkan atau digarami dengan
api.
Apa yang bisa membersihkan dan memurnikan hati manusia
yang kotor, jahat dan penuh dosa?
Tidak lain adalah api Roh Kudus
yang tugas-Nya ialah menguduskan
(bdk. 2Tes 2:13; 1Ptr 1:2). Karena
itu perhatikan rumus absolusi dalam
Sakramen Pengampunan Dosa.
Saat memberi absolusi, imam
mengatakan, "Allah, Bapa yang
Maharahim, telah mendamaikan
dunia dengan diri-Nya karena wafat
dan kebangkitan Putera-Nya. Ia
telah mencurahkan Roh Kudus
demi penghapusan dosa. Semoga
lewat
pelayanan
Gereja
Ia
melimpahkan pengam-punan dan
damai kepada saudara. Dan saya melepaskan saudara dari
segala dosa: dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
Amin".
Banyak orang telah kehilangan garam dalam dirinya dan
karenanya tidak lagi mampu hidup berdamai dengan
sesamanya.
Tetapi
kepada kita
Yesus
mengatakan,
"Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan
selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain" (Mrk
9:50b). Agar kandungan garam tetap ada dan murni, maka
perlu digarami dengan api. Gunakan Sakramen Tobat sebagai
sarana pembersihan dan pemurnian hati yang mendatang-kan
damai.
background image
Halaman | 32
di tengah para penderita kusta asal banyak orang kusta yang
terlayani dan diselamatkan karena mengenal Kristus. Masih
banyak contoh lain.
Anggota tubuh kita harus rela "dipenggal" (ay 43.45) dan
"dicungkil" (ay 47). Sebab anggota-anggota tubuh tersebut
telah diperalat oleh hati untuk berbuat dosa (bdk. Mrk 7:21-22).
Memang, berbuat dosa adalah soal hati. Hati adalah sumber
kejahatan dan dosa, maka perlu dibersihkan.
Itulah
sebabnya
Yesus
kemudian
mengatakan, "Karena setiap orang akan
digarami dengan api" (ay 49). Mengapa?
Sebab sebenarnya setiap orang itu sudah
memiliki kandungan garam di dalam dirinya,
tetapi garam itu tidak selalu dipertahankan
dan dimanfaatkan untuk menjadi garam bagi
orang lain. Sebab itu ada orang yang
kemudian kehilangan unsur garam di dalam
dirinya (bdk. Mat 5:13). Nah, agar unsur
garam tersebut benar-benar efektif, berdaya
guna seperti ditunjukkan oleh para martir, St.
Agnes dan Beato Damian sebagai contoh, maka setiap orang
perlu dibersihkan atau dalam bahasa Yesus, setiap orang akan
digarami dengan api; dan seperti halnya api itu berfungsi untuk
memurnikan (bdk. 1Ptr 1:7) demikian juga setiap orang akan
digarami dengan api supaya murni dan bersih dari segala dosa
yang meniadakan damai di dalam dirinya dan yang membuat
dirinya tidak bisa berdamai dengan orang lain.
Karena
itu
Yesus
menutup
pengajaran-Nya
dengan
mengatakan, "Hendaklah kamu selalu mempunyai garam
dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan
yang lain" (ay 50). Jadi yang Yesus kehendaki ialah agar para
murid-Nya, kita, memiliki garam dalam diri kita yaitu berupa
damai sehingga bisa hidup berdamai dengan orang lain. Hati
yang penuh dengan penyesatan, kejahatan, kesalahan dan
Halaman | 9
harus mengajak sesama kita sebanyak mungkin untuk berbagi
kemurahan hati dan kerahiman yang Yesus telah rebut untuk
kita semua. Hal ini juga terus menerus ditegaskan oleh para
Paus dalam konteks evangelisasi.
Walaupun banyak yang telah mendengar nama Yesus namun
bisa dibilang hanya segelintir yang
betul-betul menjawab-Nya. Terkadang
kita semua percaya begitu saja kepada-
Nya namun kesetiaan pada Yesus
tidaklah
mendalam,
terutama
jika
dihubungkan dengan Gereja, tubuh
Kristus sendiri. Banyak alasan yang
bisa
dipergunakan
untuk
menjelaskannya tapi semua ini berakibat pada kemiskinan
kehidupan gerejani. Walau kami menuliskan surat ini untuk
komunitas yang setia menyembah Bapa, Putra dan Roh Kudus
dalam setiap Sakramen Ekaristi, sebetulnya tujuan utama
surat ini adalah untuk para saudara-saudari kita yang tidak lagi
beribadah dalam komunitas kita.
Yesus Kristus Hidup dalam Gereja
Banyak di antara kita, para uskup, imam, orang tua yang
merasa bersalah dengan kehilangan ini. Apakah kita telah
gagal menjadi saksi Kristus? Apakah kita telah menyangkal
kekuatan Roh Kudus yang turun pada kita? Kekhawatiran
berlanjut pada saudara-saudari kita yang tidak secara rutin
merayakan misteri penyerahan diri Kristus, kebangkitan-Nya
dan oleh karena itu tidak mendapatkan ujud cinta Bapa yang
diberikan di dalam Gereja.
Yesus hadir dalam kehidupan kita sehari-hari, terutama melalui
yang miskin dan memerlukan (Mat 25). Sabda Yesus,
"Lakukanlah ini untuk mengenang diri-Ku" hanya ditemui
dalam Gereja. Kita tahu bahwa Misa Kudus merupakan bentuk
iman Katholik. Demikian pula halnya dengan sakramen-
sakramen yang merupakan sarana untuk bertemu Yesus yang
tidak dapat diketemukan di tempat lain. Sakramen adalah
background image
Halaman | 10
ekspresi yang menunjukkan kesungguhan dan kemesraan
bagi komunitas yang mengikuti ajaran Yesus, yang hidup
mengereja. Ini adalah ujud karya Roh Kudus yang turun saat
Pantekosta; di dalam Gereja di mana Yesus dan Bapa akan
datang dan diam bersama-sama (Yoh 14:23).
Menghubungkan Kembali
Apa yang dapat kita lakukan dalam kondisi seperti ini?
Pertama, kita harus memastikan bahwa paroki kita selalu
membukakan pintu. Mengapa orang harus kembali jika apa
yang mereka akan terima tidak lebih baik dari sebelumnya?
Kedua, kita perlu mencari saudara-saudari kita yang hilang,
seperti halnya gembala yang mencari anak domba yang hilang
(Yoh 10). Hal ini memang tidak mudah tapi sangat penting.
Beberapa metoda perlu dicari dan kemungkinan penolakan
akan tetap ada. Ini adalah risiko kehidupan misionaris. Banyak
umat yang ingin kita jangkau mungkin mencari secara tidak
sadar atau menunggu ajakan kita.
Metoda yang tepat sangatlah menentukan. Hanya dengan
perlahan-lahan seseorang dapat menjawab pertanyaan-
pertanyaan mengenai iman dan keyakinan dari mereka yang
mencari Yesus, Gembala yang baik. Metoda yang
dipergunakan terkadang membiarkan mereka menceritakan
keyakinan mereka dalam berbagi iman. Apa pun caranya,
semuanya harus berakar dari apa yang mereka butuhkan,
bukan dari kita.
Berbagi Harapan
Siapa yang akan menerima tantangan ini? Setiap anggota
Gereja tentunya. Kita semua turut bertanggung jawab dan
tidak ada pengecualian karena ini merupakan ujud dari
Sakramen Baptis yang kita telah terima. Beberapa mungkin
merasa tidak memiliki pengetahuan yang cukup untuk
berdiskusi secara mendalam mengenai imannya. Santo Petrus
telah memberitahukan, "Hendaklah selalu siap jawabanmu
apabila kamu dituntut memberikan pertanggung-jawaban
mengenai harapanmu (1Ptr 3:15). Berbagi keyakinan dengan
Halaman | 31
mengajar untuk menegaskan sesuatu hal agar para murid,
juga kita, tidak mudah lupa tetapi juga jera.
Berbuat dosa adalah hal yang biasa dilakukan oleh setiap
manusia, tetapi membuat orang lain berdosa adalah suatu
perbuatan yang amat jahat dan seharusnya tidak pernah boleh
terjadi atau dilakukan. Dalam teks tersebut Yesus menyebut
para pengikut-Nya dengan sebutan "anak-anak kecil yang
percaya" (ay 42) dan yang sangat Yesus kasihi.
Karena Yesus berbicara soal berbuat dosa berupa
penyesatan, maka Ia melanjutkan pengajar-an tersebut dalam
ayat-ayat selanjutnya yang merupakan ayat yang sejajar, yaitu
berkaitan dengan tangan (ay 43), kaki (ay 45) dan mata (ay
47-48). Siapa yang ingin kehilangan salah satu anggota
tubuhnya seperti tangan, kaki atau mata? Pasti tidak ada yang
mau, kecuali terpaksa mau karena memang harus diamputasi
karena suatu penyakit. Sebab, dengan diamputasi salah satu
anggota tubuh, maka kebebasannya menjadi sangat terbatas
dan keindahannya pun berkurang. Benar, tidak?
Akan tetapi, dalam kehidupan spiritual,
kita harus berani kehilangan salah satu
dari anggota tubuh apabila hal itu
menyebabkan kita berdosa. Kehidupan
para martir adalah contoh yang sangat
jelas dan konkret. Mereka rela kehilangan
anggota tubuh dan bahkan kemudian
mati dibunuh daripada mau disesatkan
dengan cara mau mengingkari iman akan
Tuhan. St. Agnes, di usia 13 tahun
memiliki cinta akan Yesus yang luar biasa
sehingga ia tidak takut mati dibunuh dengan dipenggal
kepalanya asal tidak berdosa karena mengingkari Yesus yang
dicintai dan diimani sebagai Penyelamatnya. Berato Damianus
dari Molokai (Hawai) rela anggota tubuhnya pelan-pelan
dipotong sampai akhirnya mati karena sakit kusta yang diderita
background image
Halaman | 30
DIGARAMI DENGAN API
Pertanyaan
Dalam Injil Yesus mengatakan, "Setiap orang akan digarami
dengan api (Mrk 9:49). Apa yang dimaksud dengan garam dan
api di sini, Romo? Mohon penjelasannya.
Lanny Santoso, Perth
Jawab
Terima kasih untuk pertanyaan yang menarik, yakni tentang
garam dan api. Memang istilah "digarami dengan api" di telinga
kita kedengaran aneh. Digarami kok dengan api? Mengapa
tidak dengan garam yang asin?
Saya mau mengajak Ibu Lanny dan anggota komunitas yang
lain untuk membaca ayat tersebut dalam kaitan dengan ayat-
ayat sebelumnya dan sesudahnya dalam perikop tersebut (Mrk
9:42-50). Dalam perikop itu diberi judul "Siapa yang
menyesatkan orang ­ Tentang garam". Yesus mau
menjelaskan mengenai berbuat dosa berupa penyesatan
dengan perumpa-maan garam.
Bagi Yesus, penyesatan itu sungguh jahat, pelakunya layak
untuk dihukum seberat-beratnya daripada dibiarkan hidup.
"Lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada
lehernya lalu dibuang ke dalam laut" (ay 42) sehingga
tenggelam. Pernyataan ini keras, sepertinya sangat tidak
manusiawi dan kasar. Tetapi, itu adalah gaya Yesus dalam
Para pembaca Shine yang terkasih, melalui rubrik "Tanya-
jawab Dengan Romo" ini Anda dapat menyampaikan
pertanyaan-pertanyaan seputar Kitab Suci. Rm. Ari,
O.Carm akan berusaha untuk membantu Anda. Anda juga
bisa
mengirimkannya
langsung
pada:
romo_ari@yahoo.com
Halaman | 11
sesama terkadang malah lebih baik dan meyakinkan
ketimbang berargumentasi secara teologis. Iman membuka
jalan ke hati dan hati kita berbicara kepada Bapa.
Kesaksian yang kita alami bisa juga didukung dengan cara lain
untuk mencapai tujuan ini: berdoa, pendalaman Kitab Suci dan
penggunaan media modern. Saat ini banyak situs-situs Katolik
yang bisa membantu kita mendapatkan orang-orang yang kita
cari. Sangatlah penting setiap paroki dan komunitas Katolik
mencari strategi dan membuat rencana kerja yang sesuai
dengan lingkungan mereka masing-masing. Kami, para uskup,
baru saja mensahkan program Reconnect (Menyambung
Kembali) yang mengajak seluruh umat Katolik untuk
mempertimbangkan kembali
partisipasi
mereka
dalam
kehidupan Gereja dengan nomor telepon 1300 4 FAITH atau
1300 4 32484.
Hari Anak Muda Sedunia akan menantang semua pihak yang
memiliki Yesus dalam hatinya untuk lebih mendalami
hubungan
mereka
dengan-Nya.
Mungkin
merupakan
kesempatan bagi banyak khalayak untuk kembali ke Gereja.
Kita harus merefleksikan kembali tema tersebut, "Kamu akan
menerima kuasa kalau Roh Kudus turun ke atas kamu; dan
kamu akan menjadi saksi-Ku" (Kis 1:8).
Ketika Paus Benediktus XVI mempersembahkan Misa di
Randwick, NSW, saat itu akan menjadi ekspresi unik iman
Katolik kita. Kami ajak semua untuk bergabung dalam gereja,
duduk mengelilingi gembala kita. Mari, dengan berani kita
menjadi saksi iman kita!
Uskup-uskup Katholik Australia
22 Juni 2008
background image
Halaman | 12
Ekaristi, Penyimpan Ekaristi Mahakudus
Dan Adorasi
ita telah mengikuti penjelasan mengenai Tata Perayaan
Ekaristi (TPE) menurut TPE yang baru. Namun, saya
masih akan membahas mengenai Sakramen Ekaristi ini
dalam kaitannya dengan hal-hal lain yang menurut hemat
saya, umat perlu mengetahuinya, yaitu mengenai Sakramen
Ekaristi dan bagaimana Ekaristi Mahakudus itu harus disimpan
dan dihormati.
Penyimpanan Ekaristi Mahakudus
Sakramen Ekaristi adalah sumber hidup Gereja, sebab "Gereja
hidup dari Ekaristi" (Paus Yohanes Paulus II: Ecclesia de
Eucharistia, 1). Setiap orang Katolik yang menghadiri Misa
Kudus dan menyambut tubuh Kristus (komuni) menimba
kekuatan dari Ekaristi. Lalu bagaimana dengan mereka yang
karena sakit atau lanjut usia dan kerena itu tidak bisa
menghadiri Misa Kudus di gereja? Bagaimana mereka bisa
menimba sumber hidup itu? Hal seperti ini sudah menjadi
pemikiran dan kesadaran Gereja.
Tahun 2004 lalu Kongregasi Ibadat dan Tata-Tertib Sakramen
mengeluarkan sebuah Instruksi ke IV tentang sejumlah hal
yang perlu dilaksanakan ataupun dihindari berkaitan dengan
Ekaristi Mahakudus dengan judul Redemptionis Sacramentum
(Sakramen Penebusan). Pada bab VI dibahas mengenai
"Penyimpanan Ekaristi Mahakudus dan Penghormatan Ekaristi
di Luar Misa". Disebutkan begini, "Perayaan Ekaristi dalam
Kurban Musa sungguh merupakan sumber dan tujuan
penghormatan yang diberikan kepada Ekaristi di luar Misa.
Selain itu, hosti kudus disimpan sesudah Misa terutama
supaya anggota umat yang tidak dapat menghadiri Misa,
terutama mereka yang sakit dan yang lanjut usia, oleh komuni
suci ini dapat dipersatukan dengan Kristus dan dengan
K
Halaman | 29
gelap2 an demi sang Emak yg tercinta, dihari pertama sampe
hari ketiga mah semuanya berjalan dengan lancar, ga
berentinya sang Emak nyanjung si ocep sama semua yg
bezoek, dan sang Emak senengnya bobo di RS lantaran ga
beda kaya dihotel bebintang katanya! cuman di'ari keampat aja
ada sedikit heboh tuh diRS, gara-gara si Ocep tengah malem
apa mau kepagi'in gitu rada setengah ngelindur tangannya
grapa grepe nyari'in gelas minum , eh ga tau kenapa rupanya
Mak Oneng tadi sebelon bobo mindahin tuh gelas, ahirnya sih
ketemu juga tuh gelas; cumannya aja si gelas nurustunjung itu
ada isinya, lantaran begitu dia minum, si Ocep jadi gelagapan
dan langsung betereak kenceng banget, dia kaget setengah
mati lantaran kesedak! Untung aja ada suster jaga deket situ,
yang langsung masuk kamar dan nyalahin lampu, begitu
diperiksa yaaaa ampuuunnn rupanya yg diambil si Ocep, gelas
Mak Oneng yang ada gigi palsunya!! Pantesan aja dia kesedak
kaya ayam keselek biji kesemek, untung aja tuh gigi palsu ga
sampe ketelen!, kalo engga mah jadi makin repot lah alias
sang cucu bisa jadi ngendon di hospital buat dibelek perutnya!
Sendangsono
adalah
tempat
ziarah Goa Maria di Yogyakarta.
Nama Sendangsono berasal dari
keberadaan sendang (mata air)
yang muncul di antara dua pohon
sono.
background image
Halaman | 28
Mak Oneng, omanya Si Ocep, kemaren sore dateng ke Perth,
katanya mah mau berobat lantaran udah tujuh rebo sakit
perutnya kaga mau ilang, di Betawi sono sang Emak udah
coba berobat dari CBZ alias rumah sakit umum sampe ke
dokter yang paling canggih, tapi aneh bin ajaib sang penyakit
ngumpetnya lihay sekali sehingga si Emak masih kaga
ketauan sakit apa; yang terahir mah saking keselnya
tetangga sebelah rumah bawa si Emak kedukun sakti
mandraguna di Kebon Pala dibilangan Mester situ. Si dukun
mah bilang si Emak bukannya sakit apa2, cuman kena guna2
doang!!, ya Allah ya Rabi hebat juga diagnose tu dukun masa
aja nenek2 udah reyot gitu ada yang kasih virus guna2???
Untung aja dia punya cucu yg namanya Ocep yg tinggal di
Perth, ajak sang Emak buat berobat ke Osi sini, nah yang
namanya Ocep biarin suka ngelindur apa sleep walking kalo
malem, tapi dia mah cucu kesayangan Mak Oneng lah!
Pendek cerita, dokter di Perth sini mah cuman tanya ini tanya
itu, dito'el aja kaga, lalu bilang bahwa Mak Oneng kayanya
mah usus culdesac-nya ada masalah alias radang usus
buntu!!; dengan segra sang Emak dibawa sama ambulance ke
hospital, emang juga si Emak beruntung banget punya cucu
yang satu ini mah, kemana-mana selalu dianter en di serpis
abis2 an, begitu juga di RS, Ocep selalu maju kemuka jadi
penterjemah dan jadi pilihan sang Emak buat jagain dia
selama di RS.
Tapi emang ada "cumannya" juga sih, kalo sang Emak cuman
bisa tidur kalo kamarnya gelap-lap jadi semua lampu kudu
dimati'in ga boleh ada sinar barang sedikit juga!, padahal kalo
si Ocep!?, malahanan kudu bobo dengan lampu yang clang
menclang terang benderang, soalnya dia ampir saban malem,
kudu minum aja bekali-kali; kalo digelapin mah ya tau sendiri
lah bisa2 jidat si Ocep jadi pada benjol ke-antuk2 tembok!
Tapi untung aja si Ocep kali ini mah bisa kompromi bobo
Halaman | 13
Kurban-Nya yang dipersembahkan dalam Misa" (Dekret
Eucharistiae Sacramentum, 21 Juni 1973; Redemptionis
Sacramentum [RS], 129).
Ada dua hal yang
perlu ditekankan di
sini.
Pertama,
perayaan
Ekaristi
melahirkan
sebuah
penghormatan
kepada Ekaristi di
luar Misa. Ada suatu
hubungan
langsung
antara Ekaristi yang
dirayakan
dalam
Kurban
Misa
dan
penghormatannya di
luar Misa. Karena itu
Kongregasi
Ibadat
juga
mengatakan,
"Dengan
penyimpanan
hosti
kudus
itu,
dibuka
kesempatan sembah sujud (adorasi) kepada Sakramen
seagung ini dan mempersembahkan kepada-Nya hormat yang
wajib diberikan kepada Allah. Oleh karena itu, bentuk-bentuk
sembah sujud yang bukan hanya bersifat pribadi tetapi juga
umum dan komuniter, seperti telah ditetapkan atau direstui
oleh Gereja sendiri harus ditunjang dengan sungguh-sungguh"
(Ibid.).
Kedua, penyimpanan hosti kudus selain untuk dihormati oleh
umat juga supaya umat yang tidak bisa pergi ke gereja, karena
sakit atau sudah lanjut usia mendapat pelayanan komuni
kudus. Berkaitan dengan pelayanan komuni kudus untuk
orang sakit dan lanjut usia, Kongregasi Ibadat mengaturnya
pada no. 133 sebagai berikut, "Seorang imam atau Diakon
background image
Halaman | 14
ataupun seorang pelayan tak lazim (special minister, red) yang
mengantar Ekaristi Mahakudus, bila seorang petugas tertahbis
tidak hadir atau berhalangan, untuk menerimakan komuni
kepada orang sakit, hendaknya sedapat mungkin pergi
langsung dari tempat di mana Sakramen disimpan ke rumah
orang sakit tersebut, tanpa mengurus hal-hal duniawi dalam
perjalanannya, demi menghindarkan profanisasi dan demi
menjamin hormat yang sebesar-besarnya terhadap Tubuh
Kristus."
Misalnya, seorang special minister akan mengirim komuni
untuk seorang umat yang sakit. Demi parktisnya, sepulang
Misa dia membawa sekalian hosti kudus tersebut di tempat
kecil yang disebut piksis. Namun, dia tidak langsung ke rumah
orang sakit itu tetapi masih pergi makan ke restoran dulu, lalu
pulang ke rumah dan sorenya baru ke rumah orang yang sakit
tersebut. Hal semacam ini tidak diijinkan. Hal ini mau
menunjukkan betapa hosti kudus atau Sakramen Mahakudus
itu harus dihormati sedemikian tinggi dan selayaknya
demikian.
Hosti kudus atau Sakramen Mahakudus yang dibawa ke orang
sakit tersebut disimpan di tempat yang layak untuk maksud itu,
yaitu di tempat yang disebut tabernakel. "Tabernakel pada
mulanya dimaksudkan untuk menyimpan Ekaristi secara layak,
supaya di luar perayaan Misa dapat diantarkan kepada orang
sakit dan mereka yang tidak hadir. Oleh iman yang mendalam
akan kehadiran real Kristus di dalam Ekaristi-Nya, Gereja
menjadi sadar bahwa sangatlah berarti menyembah Kristus
yang hadir di dalam gereja dan harus dibuat sedemikian,
sehingga ia menunjukkan dan menampilkan kebenaran
tentang kehadiran Kristus di dalam Sakramen Mahakudus"
(Mysterium Fidei, 56; Katekismus Gereja Katolik, 1378).
Karena itu, "Tempat tabernakel itu hendaknya indah dan
mencolok, mudah dilihat dan terhias dengan cara yang pantas.
Selain itu tempat itu harus `cocok untuk berdoa' karena
Halaman | 27
background image
Halaman | 26
campuran Zul/Raizha (ICYO-2) menundukkan pasangan yang
lebih senior Herman/Sonya (Veteran) dengan skor 21-16 dan
21-17.
Pasangan WAICC SWAT sesaat sebelum Jefta mengalami cedera urat betis.
Lima menit selepas pukul 5 petang, partai terakhir di grup
merah selesai dimainkan. Tiap tim dalam satu grup telah saling
bertemu. Setelah dilakukan penghitungan jumlah kemenangan
dari tiap pertemuan dan jumlah partai yang dimenangkan,
akhirnya TOM, yang dikomandoi Victor Hartono, keluar
sebagai juara grup biru. Peringkat kedua grup ditempati tim
WAICC SWAT yang unggul tipis dari tim Young Adult 1.
Sementara di grup merah, ketiga tim saling mengalahkan
dengan skor yang sama 2-1 sehingga penentuan peringkat
ditentukan melalui perolehan angka di tiap set yang dimainkan.
Tim gaek, WAICC Veteran yang diantaranya menentukan
pasangan ketua-wakil Chris Taniputra dan Alex Santoso,
akhirnya unggul tipis dari YA-2 dan ICYO-2.
Selamat untuk para tim pemenang dan juga terima kasih pada
seluruh pemain dan pendukung yang hadir. Hal yang lebih
penting lagi, tujuan awal untuk mempererat hubungan antar
umat melalui olahraga bulutangkis bisa dibilang tercapai.
Sampai bertemu tahun depan!
Halaman | 15
suasana teduh, tempat yang luas di depan tabernakel,
tersedianya tempat duduk dan tempat untuk berlutut" (RS,
130).
Penghormatan Sakramen Mahakudus di Luar Misa
Paus Yohanes Paulus II mengatakan bahwa "Penghormatan
Ekaristi di luar Misa merupakan harta yang tak ternilai untuk
hidup Gereja. Penghormatan ini berhubungan erat dengan
perayaan Kurban Ekaristi" (Ecclesia de Eucharistia, 25).
"Gereja dan dunia sangat membutuhkan penghormatan
kepada Ekaristi. Di dalam Sakramen Cinta ini Yesus sendiri
menantikan kita," kata Paus asal polandia ini dalam Surat
Dominicae Cenae, 3. "Karena itu," tandasnya, "tidak ada waktu
yang lebih berharga daripada menemui Dia di sana: dalam
penyembahan, dalam kontemplasi dengan penuh iman, dan
siap untuk memberi silih bagi kesalahan besar dan
ketidakadilan yang ada di dunia. Penyembahan kita tidak
boleh berhenti."
Senafas dengan semangat Paus Yohanes Paulus II yang
sedang dalam proses beatifikasi ini, Kongregasi Ibadat dan
Tata-Tertib Sakramen mengatakan, "Karena itu Umat harus
diajak untuk ­ juga di luar Misa ­ menjalankan devosi kepada
Ekaristi Mahakudus, baik secara umum (bersama-sama, red)
maupun secara pribadi, karena melaluinya umat beriman
bersembah sujud kepada Kristus sendiri yang benar-benar
hadir di situ, dan yang adalah "Imam Agung untuk semua hal
yang baik di masa mendatang" (Ibr 9:11) serta Penebus
semesta alam."
Dengan tegas dikatakan, "Karena itu umat harus diajak...
menjalankan devosi kepada Ekaristi Mahakudus." Bahkan
dikatakan, "Para pastor bertanggungjawab ­ bahkan melalui
kesaksian hidupnya sendiri ­ untuk mendukung praktrek
sembah sujud Ekaristi ini, teristimewa pentakhtaan Sakramen
background image
Halaman | 16
Mahakudus serta doa adorasi di hadapan Kristus yang hadir
dalam rupa Ekaristi" (RS, 134).
Sadar akan hal tersebut, saya juga mengajak umat untuk
menanggapi hal ini dengan serius: berdevosi kepada Ekaristi
Mahakudus. Kita sudah melakukan ini secara komuniter dalam
dua kegiatan, yakni Misa Jumat I dalam bulan dan dalam Misa
Senakel yang dilakukan di gereja. Saya pribadi ingin agar hal
ini lebih ditingkatkan. Untuk adorasi Jumat I, sesuai dengan
tradisi yang berlaku sejak lama, mestinya devosi adorasi ini
makin diminati oleh banyak umat dan Misa Jumat I pun
semakin banyak umat yang hadir. Beberapa kali saya
menghimbau hal ini namun belum menampakkan perubahan
yang berarti. Rupanya, masih membutuhkan rahmat lebih
besar lagi untuk menggerakkan hati umat agar umat makin
mencintai adorasi Ekaristi Mahakudus.
Saya katakan demikian karena pada bagian berikutnya
Kongregasi Ibadat mengutip kata-kata dari Paus Paulus VI
dalam Ensiklik Mysterium Fidei (1965: hal. 771) yang
mengatakan, "Umat beriman sehari-harinya hendaknya tanpa
lelah mengadakan kunjungan kepada Sakramen Mahakudus,
sebagai ungkapan syukur, suatu pengungkapan cinta kasih
dan pelunasan utang itulah adorasi yang harus ditujukan
kepada Kristus Tuhan yang hadir di dalamnya" (RS, 135).
Saya senang dan mendukung umat yang sering atau sedapat
mungkin meluangkan waktu untuk mengadakan kunjungan
kepada Sakramen Mahakudus. Sebab, "karena kontemplasi
terhadap Yesus yang hadir dalam Sakremen Mahakudus itu,
sebagai komuni kerinduan, menyebabkan kesatuan erat orang
beriman dengan Kristus, seperti dengan amat cemerlang
menjadi kentara dalam kehidupan banyak orang kudus" (Ibid.).
Buah dari adorasi adalah persekutuan yang erat dengan
Kristus sebagaimana Ia menyaturaga di dalam para anggota-
Nya melalui penerimaan komuni kudus.
Halaman | 25
Kompetisi yang pada awalnya diperkirakan akan diikuti oleh 5
tim, akhirnya harus mengalah pada minat para olahragawan
kita. Charlie Fabianto dan Stephanie Miranti memutuskan
bahwa YA dan ICYO akan menurunkan masing-masing 2 tim
mengikuti langkah WAICC. Secara keseluruhan 7 tim
menyatakan siap tampil dan terpaksa panitia membagi menjadi
2 grup karena ingin mempergunakan sistem setengah
kompetisi.
Sabtu
yang
cerah, 14
Juni
lalu,
berkumpull
ah
para
pendekar
bulutangki
s kita di
Melville
Recreation
Center. Undian dilaksanakan tepat pukul 13 dimana grup biru
akhirnya dihuni oleh 4 tim: YA-1, TOM, ICYO-1, dan WAICC
SWAT. Sementara grup merah terdiri dari 3 tim: YA-2, ICYO-2,
dan WAICC Veteran. Pada tiap pertemuan, dipertandingkan
tiga partai: tunggal putra, ganda putra dan ganda campuran.
Empat buah lapangan yang telah disewa langsung
menghadirkan tim-tim dari grup biru dimana pada kesempatan
pertama YA-1 berhadapan dengan TOM dan ICYO-1
berhadapan dengan WAICC SWAT. Teriakan para pemain
bercampur-aduk dengan hiruk pikuk para hadirin yang saling
menyemangati tim andalannya. Sistem skor 21 yang telah
dipergunakan secara internasional rupanya tidak menjadi
kendala bagi para pemain. Semangat 45 tampak berkobar di
hampir seluruh pendekar bulutangkis kita. Skor ketat terjadi di
beberapa partai, seperti saat pasangan Ferry/Hasan (SWAT)
mengalahkan pasangan muda Anthony/Stanley (ICYO-1)
dengan skor 21-19 21-18 atau saat pasangan ganda
background image
Halaman | 24
beberapa anggota ICYO yang tidak ambil bagian dalam drama
diminta bantuannya untuk memegang salib dan simbol. Tak
lama kemudian, para artis kita memulai pementasan yang
berlangsung sekitar 3 menit. Ada yang berkomentar
pementasan ICYO saat itu sebagai salah satu yang menarik
dan unik.
Usai dari perhentian ke-7, salib dan symbol diteruskan kepada
anak-anak dari Iona Ladies College yang mengisi perhentian
ke-8. Keseluruhan acara diakhiri dengan barbeque di Edwards
Park.
Para anggota ICYO merasa bangga dan terhormat karena
telha turut ambil bagian dalam kegiatan yang bisa terbilang
langka di kota ini.
Oleh : Vita
Bulutangkis Dwi Windu WAICC
Dalam rangka dirgahayu ke-16 WAICC, seperti tahun yang
sudah-sudah, kompetisi bulutangkis diselenggarakan. Namun
berbeda dengan turnamen-turnamen sebelumnya, kali ini
sistem beregu yang dipergunakan. Mungkin terinspirasi dari
Thomas dan Uber Cup yang beberapa bulan lalu
diselenggarakan di tanah air.
Halaman | 17
Adorasi: Sumber Tetap Kesucian
Sangat beralasan jika Paus Yohanes Paulus II mengatakan
bahwa adorasi Sakramen Mahakudus merupakan harta tak
ternilai untuk hidup Gereja. Sebab itu, "Ordinaris hendaknya
dengan bijak mendorong adorasi Ekaristi, entah singkat, lebih
lama atau bahkan terus-menerus (abadi, red), dengan
partisipasi umat. Karena selama beberapa tahun terakhir ini di
banyak tempat "sembah sujud kepada Sakramen Mahakudus
menjadi suatu kebiasaan harian dan menjadi sumber tetap
kesucian", walaupun ada juga tempat "di mana secara nyata
hampir tidak ada perhatian sama sekali untuk ibadat dalam
bentuk adorasi Ekaristi itu" (Ecclesia de Eucharistia, 10; RS,
136).
Di Gereja St. Benedict ­ yang selama ini menjadi pusat
kegiatan WAICC ­ juga ada kebiasaan harian untuk adorasi
Ekaristi, yaitu setiap hari Senin ­ Jumat (pagi setelah Misa
sampai jam 6 atau 8pm, khusus untuk hari Senin) dan Sabtu
(pagi setelah Misa sampai siang). Adorasi Ekaristi di paroki ini
dimaksudkan ke depan sebagai adorasi Ekaristi abadi, namun
selama ini belum karena jumlah umat yang bisa ambil bagian
dalam mengisi jam-jam adorasi masih terbatas. Ada beberapa
umat WAICC yang ikut mengisi jam-jam adorasi di St.
Benedict. Bagus, dan teruskan bahkan saya menghimbau
umat lain untuk berpartisipasi dalam adorasi Ekaristi ini
sebagai "sumber tetap kesucian".
Kelompok devosional bisa menjadi penggerak dan pelopor
untuk devosi Ekaristi ini.
Apa yang hendaknya dilakukan saat Adorasi
Ekaristi?
Orang bisa bingung, mau ngapain waktu adorasi di hadapan
Sakramen Mahakudus, terlebih waktu adorasi pribadi (tidak
terpimpin). Beberapa hal berikut diharapkan dapat membantu
umat dalam beradorasi, yaitu:
background image
Halaman | 18
1.
Berdoa pribadi - sebagai ungkapan sembah sujud, syukur
dan cinta kepada Kristus (RS, 135).
2.
Mendaraskan doa Rosario. "Di hadapan Sakramen
Mahakudus, entah dalam tabernakel atau ditakhtakan,
jangan diabadikan doa Rosario yang mengagumkan,
`karena begitu sederhana namun sekaligus sangat
mendalam' (Paus Yohanes Paulus II: Surat Apostolik
Rosarium Virginis Mariae, 2) [RS, 137).
3.
Renungan Kitab Suci. "Teristimewa jika diadakan
pentakhtaan, patut diberi tekanan pada corak doa sebagai
permenungan akan misteri kehidupan Kristus sang
Penebus dan rencana keselamatan Bapa Mahakuasa,
khususnya dengan memanfaatkan perikop-perikop Kitab
Suci" (RS, 137).
4.
Hening. "Betapa menyenangkan berhening bersama Dia,
bersandar ke dada-Nya, seperti murid tercinta (lih. Yoh
13:25), sambil merasakan kasih tak terbatas dari hati-Nya.
Bila pada dewasa kita, orang-orang Kristiani harus
dibedakan terutama oleh "seni berdoa", bagaimana kita
tidak merasa kebutuhan baru berwawancara rohani pada
keheningan sujud, dalam kehangatan cinta, di depan
Kristus, yang hadir dalam Sakramen Mahakudus?
Saudara-saudariku, betapa seringnya saya mengalami ini,
yang daripadanya saya menimba kekuatan, hiburan dan
topangan!" (EE, 25).
5.
Jika ditakhtakan Sakramen Mahakudus dan umat bisa
beradorasi secara bergiliran atau bergantian setiap satu
jam, jangan meninggalkan Sakramen Mahakudus jika
orang lain belum datang; atau jika tidak bisa datang pada
hari dan jam yang telah ditentukan dalam jadwal, mintalah
orang lain untuk menggantikannya. Sebab, "sementara
Sakramen Mahakudus ditakhtakan tidak pernah boleh
dibiarkan tanpa dihadiri umat, meskipun untuk sejenak
waktu saja. Maka, harus diatur sedemikian rupa agar pada
Halaman | 23
Sutradara sekaligus pemeran prajurit Romawi, Rizky Chandra
telah mempersiapkan naskah drama beberapa minggu
sebelumnya. Latihan pertama dilaksanakan bersamaan
dengan ICYO Night bulan Mei di hall St. Benedict. Rizky juga
telah menyiapkan salib yang sedianya akan dipanggul Yesus;
terbuat dari pipa PVC yang dililit dengan kain merah dan putih
untuk menunjukan negara asal kita, Indonesia. Namun pada
saat pementasan yang sebenarnya, salib ini telah dicat merah
putih dengan indah.
Setelah melewati proses audisi yang sangat sulit, akhirnya
diputuskan
yang
menjadi
Yesus
ialah Leo Gede
karena
cambangnya yang
khas
walaupun
potongan
tubuh
agak terlalu besar.
Sementara
yang
menjadi
Simon
adalah
anggota
khusus ICYO dari Malaysia, Kenneth Tan Jun Yue. Sementara
prajurit Romawi diperankan oleh Rizky dan Anthony Widjaja,
alias Bongkibong. Nadia (Nana) berperan sebagai narrator dan
beberapa anggota mengambil posisi sebagai kaum wanita
yang menangis sepanjang perjalanan Yesus.
Hari Kamis, 5 Juni, gladiresik dilakukan dengan disaksikan
wakil dar JCI, Tammy Nguyen. Tammy yang merupakan
pentolan panitia WYD Perth menyaksikan dengan mata kepala
sendiri persiapan para artis ICYO.
Pada hari H, para pemain dan pendukung berkumpul di Mill
Point sekitar pukul 9 untuk mempersiapkan perangkat dan
make up, seperti darah di muka Yesus. Angin berhembus
cukup kencang tapi puji Tuhan hujan tidak turun. Setelah
rombongan JCI yang kira-kira terdiri dari 200an orang,
background image
Halaman | 22
Salib Suci Singgah di Perth
Dalam menyambut World Youth Day (WYD), Salib Suci dan
simbol (icon) Bunda Maria singgah di kota Perth. Salib WYD
terbuat dari kayu setinggi 3.8 meter yang merupakan duplikat
dari salib yang didirikan di dekat altar utama Basilica Santo
Petrus sebagai simbol dari iman Katolik pada Tahun Kudus
1983. Paus Johanes Paulus II menyerahkan salib tersebut
kepada kaum muda sedunia pada tanggal 22 April 1984 untuk
dibawa ke seluruh penjuru dunia sebagai simbol dari cinta
Kristus pada manusia. Sementara simbol Bunda Maria
diresmikan pada Minggu Palma 2003 oleh Paus untuk
mendampingi salib WYD. Simbol Bunda Maria, Salus Populi
Romani, merupakan duplikat dari simbol yang terdapat di
gereja Santa Maria Maggiore di Roma.
Perjalanan Salib suci and
simbol Bunda Maria kali ini
dinamain Journey of the Cross
Icon (JCI) dan hari Sabtu (8
Juni
2008),
dan
untuk
menghormati salib dan simbol
tersebut, diadakan jalan salib
yang
dimulai
dari
Trinity
College,
Perth
mengelilingi
sepanjang
Swan
River
mengarah ke freeway lalu ke
Mill Point dan berakhir di
Burswood Park.
ICYO
sebagai
salah
satu
organisasi anak muda yang
diminta berpartisipasi menampilkan drama sebagai refleksi
perhentian ke-7 dimana Yesus ditolong oleh Simon dari
Kirene. Inilah kesempatan bagi anak-anak ICYO untuk
menunjukan bakat terpendam mereka yang tidak kalah keren
dibanding artis-artis sinetron tanah air.
Halaman | 19
waktu-waktu yang sudah ditentukan senantiasa beberapa
orang beriman hadir secara bergiliran" (RS, 138).
Penutup
Mengakhiri ulasan mengenai
Sakramen
Ekaristi
dan
Adorasi, saya akan mengutip
kata-kata
dari
dua
orang
pengagum dan pecinta adorasi
Ekaristi Mahakudus. Pertama,
St. Alfonsus Liguori. Uskup
dan Pujangga Gereja asal
Napoli, Italia ini mengatakan,
"Dari semua devosi, sembah
sujud terhadap Yesus dalam
Sakramen Mahakudus adalah
yang paling agung daripada
sakramen lain, yang paling
berkenan kepada Allah dan
paling bermanfaat bagi kita."
Kedua, Paus Yohanes Paulus II. Paus ke-264 yang dengan
setia mengemban suksesi apostolik ini mengatakan, "Ekaristi
adalah khazanah maha berharga: bukan hanya dengan
merayakannya tetapi juga dengan berdoa di hadapannya di
luar Misa, kita dimampukan berhubungan dengan maha-
sumber rahmat. Komunitas Kristiani pendamba permenungan
wajah Kristus seyogianya tidak luput dari pengembangan segi
puja Ekaristi, yang akan mempertahankan dan meningkatkan
buah persekutuan kita dalam tubuh dan darah Tuhan" (EE,
25). Seyogianya demikian!
(Rm. Ari, O.Carm)
background image