[Type text]
Chaplain
Rm.Agustinus Ari Pawarto O'Carm
0422095880
Ketua WAICC
Christian Taniputra
0403628899
Wakil ketua
Hasan Sidi
0417170476
Alex Santoso
0433446463
Sekretariat
Wewe Hartanto
0431158016
Bendahara
Yunita Wijaya
0413792397
Yuly Johan
Liturgy
Martina Rumantir
0411413589
Koordinator RCIA
Johana Moeljadi
0402028157
Pengembangan Iman
Lucia Dharma
0421081953
Koordinator Devosional
Puspita Kristijanto
93135274
Koordinator Karismatik
Teresya Khoe
0402307547
Koordinator sosial
Regina Wiyono
0411658849
Koordinator wilayah
Ignatius Budiharsa
0410415905
Ketua TOM
Albert Nugraha
0402474766
Ketua ICYO
Stephanie Miranti
0401431715
Ketua Young Adult
Ancela Suparno
0430565762
Halaman | 1
Pembaca SHINE yang terkasih,
Tak terasa waktu bergulir begitu cepat dan
sudah saatnya kita mempersiapkan diri kita
menyambut bulan Maria. Untuk itu kali ini
Edisi Shine memuat artikel Romo Ari yang
bertema Bunda Maria dengan judul "Wanita
Ekaristi" yang mengajak kita merenungkan
lebih jauh keutamaan Maria dalam
hubungannya dengan Ekaristi.
Untuk liputan komunitas bulan April, kita
muat artikel "WAICC Family day 2008" yang
berlangsung di Wyndham Vacation Resort,
Dunsborough. Kami harap Family day dapat
meningkatkan
keharmonisan
dan
kedinamisan komunitas kita. Artikel lainnya
yang termuat di edisi kali ini adalah edisi
terakhir Sakramentology Ekaristi, dan
jadwal doa Novena yang akan datang.
Sengaja di Edisi May 2008 tim redaksi
bersepakat meluncurkan artikel kejutan
yang memuat profile Bapak Joger yaitu
salah satu seniman terkenal Indonesia yang
penuh
dengan
kreativitas
uniknya.
Diharapkan dengan adanya artikel kejutan
yang di jadwalkan terbit setiap bulan bisa
menambah naungan segar bagi seluruh
pembaca Shine. Oleh karena itu kita
sebagai tim redaksi terbuka untuk saran
saran dan partisipasi dari pembaca untuk
artikel-artikel selanjutanya.
Sampai ketemu di edisi mendatang.
Penanggung jawab:
Ketua WAICC
Moderator:
Indonesian Chaplain
Pembimbing:
Dewan redaksi:
Jefta Afiat,
Patrick Kusnadi,
Indra Limargana,
Diana Puspita,
Hasan Sidi,
Ferry Widjaja
Yunita Wijaya.
WAICC
Postal address
PO Box 1131,
Booragoon
WA 6954
Seketariat
WAICC CENTRE
119B Ardross Street
Ardross, W.A 6153
(08) 9316 3176
(04) 2209 5880
Website:
www.waicc.org.au
Email:
info@waicc.org.au
Halaman | 2
MARIA, "WANITA EKARISTI"
EPANJANG tahun 2008 ini saya mengajak seluruh umat
untuk mendalami Sakramen Ekaristi, baik melalui Novena
Ekaristi yang dimulai sejak bulan Maret lalu maupun
melalui tulisan berseri dalam kolom Sakramentologi di majalah
SHINE ini. Selain itu, saya akan memanfaatkan bulan Mei
yang juga disebut Bulan Maria sebagai kesempatan untuk
merenungkan keutamaan Maria dalam hubungannya dengan
Ekaristi.
Renungan ini saya ambilkan dari Surat Ensiklik Paus Yohanes
Paulus II tentang Ecclesia de Eucharistia (Ekaristi dan
Hubungannya dengan Gereja) yang diterbitkan pada tanggal
17 April 2003 lalu. Refleksi Bapa Suci Benediktus XVI juga
akan saya tambahkan untuk mempertajam refleksi kita.
Dalam Ecclesia de Eucharistia Paus Yohanes Paulus II
menulis, "Dalam Surat Apostolik saya Rosario Perawan Maria
(Rosarium Virginis Mariae), saya telah menunjuk Santa
Perawan Maria sebagai guru kita dalam merenungkan wajah
Kristus, dan antara misteri-misteri terang saya memasukkan
pendasaran Ekaristi. Maria dapat membimbing kita ke dalam
Sakramen Mahakudus ini, justru karena dia sendiri mempunyai
hubungan mendalam dengan Ekaristi.
Pada pandangan pertama, Injil memang mendiamkan pokok
ini. Kisah pendasaran Ekaristi pada malam Kamis Putih tidak
menyebut nama Maria. Meski demikian, kita tahu bahwa dia
hadir di antara para Rasul yang berdoa "sehati" (lih. Kis 1:14)
pada komunitas perdana yang berkumpul sesudah Kenaikan
sambil menantikan Pentakosta. Tentulah Maria telah hadir
dalam perayaan Ekaristi pada generasi pertama Kristiani, yang
sangat setia kepada "pemecahan roti" (Kis 2:42).
Namun, menambah kepada sharingnya dalam perjamuan
Ekaristi, suatu gambaran tak langsung dari hubungan Maria
dengan Ekaristi sebelumnya sudah ada, mulai dengan
S
Halaman | 3
persiapan batinnya. Maria adalah "Wanita Ekaristi", dalam
seluruh hidupnya. Gereja, yang memandang Maria sebagai
teladan, terpanggil juga untuk menirunya dalam hubungan
dengan misteri yang Mahakudus ini" (EE, 52).
Sebagai seorang pencinta Bunda Maria dan Rosario suci St.
Perawan Maria, Paus Yohanes Paulus II tentu memiliki alasan
yang kuat mengapa ia menyembut Maria sebagai "Wanita
Ekaristi". "Maria dapat membimbing kita ke dalam Sakramen
Mahakudus ini, justru karena dia sendiri mempunyai hubungan
mendalam dengan Ekaristi," katanya. Di mana letak hubungan
mendalam dengan Ekaristi tersebut? Menurut Bapa Suci,
adalah sangat mungkin bahwa dalam berbagai aktivitas Gereja
Perdana, antara lain selalu berkumpul untuk pemecahan roti
(Kis 2:42.46), Bunda Maria juga hadir. "Tentulah Maria telah
hadir dalam perayaan Ekaristi pada generasi pertama Kristiani,
yang sangat setia kepada `pemecahan roti'," kata Paus asal
Polandia ini, yakin.
Demikian juga kehadiran Maria dalam peristiwa di Kana
menjadi alasan lain. "Bila Ekaristi adalah misteri iman yang
begitu hebat mengatasi pengertian kita, sebagai panggilan
pengaminan sabda Allah, maka tak seorang pun setara
dengan Maria dalam membantu dan membimbing kita untuk
mencapai disposisi ini. Dalam mengulangi apa yang dilakukan
oleh Kristus pada Perjamuan Terakhir sesuai dengan perintah-
Nya, `Lakukanlah ini sebagai peringatan akan Daku!', kita juga
menerima undangan Maria menaati-Nya tanpa keraguan,
`Lakukanlah apa yang dikatakan-Nya kepadamu' (lih. Yoh 2:5).
Dengan keprihatinan keibuan yang sama, yang ditunjukkannya
pada pesta pernikahan di Kana, Maria seolah berkata kepada
kita, `Jangan takut, percayalah akan kata-kata Anakku. Bila Ia
telah sanggup mengubah air menjadi anggur, Dia juga akan
sanggup mengubah roti dan anggur menjadi tubuh dan darah-
Nya dan dengan lewat misteri ini Ia memberikan kepada umat
beriman peringatan Paskah yang hidup, sehingga menjadi `roti
hidup'" (EE, 53).
Halaman | 4
Undangan Maria untuk menaati kata-kata Yesus, Anaknya,
tidak lain adalah undangan iman, sebuah undangan untuk
benar-benar beriman akan Yesus yang hadir dalam Ekaristi,
baik dalam "sabda-Nya, sebab Ia sendiri bersabda bila Kitab
Suci dibacakan dalam Gereja maupun terutama dalam (kedua)
rupa Ekaristi" (KV II: Konstitusi tentang Liturgi Suci, 7). Karena
itu, tidak berlebihan jika Maria disebut sebagai guru dan
teladan, dan kita menirunya dalam hubungan dengan
penghayatan Sakramen Ekaristi. Maria mengajar kita untuk
sungguh-sungguh percaya sebagaimana ia sendiri percaya.
Selanjutnya Bapa Suci Yohanes Paulus II menulis,
"'Berbahagialah dia yang percaya' (Luk 1:45). Maria juga telah
memulai, dalam misteri penjelmaan, iman Ekaristi Gereja.
Tatkala ia, dalam Kunjungan, dalam rahimnya mengandung
Sabda yang telah menjadi daging, dalam arti tertentu, ia
menjadi `tabernakel' tabernakel perdana dalam sejarah. Di
sana Putra Allah, yang masih belum terlihat oleh mata
manusia, membiarkan diri-Nya disembah oleh Elisabet,
memancarkan terang-Nya lewat mata dan suara Maria. Dan
bukankah
pandangan
terpukau
dari
Maria,
tatkala
merenungkan wajah Kristus yang baru lahir dan yang
mengasuhnya dalam ayunan tangannya, model kasih yang
tiada tara, pantas mengilhami kita setiap kali kita menyambut
Ekaristi?" (EE, 54).
Apakah "Pandangan terpukau dari Maria" telah mengilhami
kita setiap kali merayakan dan menyambut Roti Ekaristi?
Apakah kita telah memiliki rasa terpukau atau kagum akan
Ekaristi, yang tampak dalam "antusiasme dan gairah Ekaristis
dalam Gereja" (Paus Benediktus XVI dalam Sacramentum
Caritatis, 5)? Jika dengan rendah hati kita mengaku "belum",
maka kita perlu belajar dari Maria, Wanita Ekaristi. Sebab itu,
Bapa Suci Benediktus XVI juga mengingatkan kita akan hal ini.
"Dari Maria kita harus belajar menjadi insan Ekaristi dan insan
Gereja, dan dengan demikian mempersembahkan diri kita
Susunan pengurus wilayah WAICC
Wilayah
Nama
Jabatan
Tilpon
NOR & SOR
Ignatius Budiharsa
Koordinator 0410 415 905
St. Peter
(NOR)
Edna Labella
Ketua
0413 129 169
St. Benedict
(SOR IA)
Roy Widjaja
Ketua
0411 898 333
St. Mary
(SOR IB)
Lucia Steeman
Ketua
0412 741 987
St. John &
St. Paul
(SOR IIA)
Deddy
Ketua
9456 2029
St. Thomas
More
(SOR IIB/C)
Josef Moeljadi
Ketua
0433 065 887
St. Peter
= (Edna): Claremont, Dalkeith, Mosman Park,
Crawley, Perth City Northbridge, Subiaco, Mt
Lawley.
Carine,
Currambine,
Ellen-Brook,
Hillarys, Joondalup, Kallaroo, Kingsley, Kinross,
Sorrento, Warwick, Woodvale, Ocean Reef.
St. Benedict
= (Roy) :Alfred Cove, Applecross, Ardross,
Attadale, Bicton, Booragoon, Brentwood, Melville,
Mt. Pleasant, Rossmoyne, Shelley.
St. Mary
= (Lucia):Belmont, Bentley, Como, East Victoria
Park, Ferndale, Gooseberry Hill, Harvey,
Kensington, Manning, Rivervale, South Perth, St.
James, Victoria Park, Waterford, Wilson.
St. John & St. Paul = (Deddy): Bull Creek, Canning Vale, Cannington,
Jandakot, Leeming, Kenwick, Maddington, Park
Wood, Queens Park, Thornlie, Willetton,
Bateman, Bibra Lake, Coolbellup, Kardinya,
Murdoch, South Lake, Banyup, Success, White
Gum Valley
St. Thomas More=
(Josef): Winthrop.
Halaman | 40
Pemandu. Mengunjungi : Acropolis, Agora tua, Museum
Kerameikos, Museum Agora tua, Olympian Zeus.
Santap malam di rumah makan Golden Dragon. Ke hotel
untuk istirahat.
19. Hari ke 19, Senin 13 Oktober : Athena Korintus
Sounion Athena.
Seusai sarapan pagi berkunjung ke Korintus, juga
mengunjungi Museum dan saluran air. Santap siang di
rumah makan Perama, menu Eropa. Anda diajak
mengunjungi Puri Poseidon. Makan malam di rumah
makan Lou Wai Lou. Kembali ke hotel untuk istirahat.
20. Hari ke 20, Selasa 14 Oktober : Athena Dubai.
Setelah sarapan pagi, Anda masih dapat keliling kota
Athena, tersedia bus dan Pemandu. Jam 12.00 makan
siang di rumah makan Tionghoa. Kemudian masih ada
waktu untuk berberes kopper sampai waktu Anda diantar ke
Bandara untuk penerbangan pulang melalui Dubai dengan
EK106 berangkat jam 18.05 23.30 tiba di bandara Dubai.
21. Hari ke 21, Rabu 15 Oktober : Dubai Jakarta.
Penerbangan dilanjutkan menuju Jakarta dengan EK356
berangkat jam 04.15 15.55
Halaman | 5
"kudus dan tak bercela" di hadapan Tuhan" (Sacramentum
Caritas, 96). Sakramen Ekaristi adalah sekolah kekudusan.
Dengan "memandang Maria sebagai model istimewa untuk
kehidupan ekaristis" kita akan mengalami proses transformasi,
menjadi pribadi-pribadi yang "hidup dari Ekaristi" (EE, 1),
diperbarui dan diubah oleh Ekaristi serta memiliki rasa kagum
akan Yesus dan kehadiran-Nya dalam Ekaristi Mahakudus
atau dalam bahasa Paus Benediktus, kita memiliki
"kekaguman ekaristis" (SC, 97).
Semoga kekaguman ekaristis membuat kita semakin kagum
akan Yesus, roti hidup, semakin rajin pergi ke gereja dan
semakin khusuk menghayati Ekaristi. Gereja hidup dari
Ekaristi. Maka, marilah kita terus berdoa agar kita diberi
anugerah cinta akan Ekaristi. Tanpa mencintai Ekaristi tidak
ada kekaguman ekaristis yang sejati.
"Bunda Maria, `Wanita Ekaristi', doakanlah kami putra-
putrimu agar sebagaimana engkau, demikianlah kami
semakin mencintai Ekaristi dan memiliki hubungan yang
mendalam dengan Ekaristi. Semoga pada Bulan Mei ini juga
menjadi kesempatan untuk mengalami anugerah cinta dan
kagum akan Yesus yang hadir dalam Sakramen Ekaristi.
Amin."
(Rm. Ari, O.Carm)
Halaman | 6
Sakramen Ekaristi
(Bagian IV- LITURGI EKARISTI)
etelah mengikuti uraian tentang Liturgi Sabda, mari kita
bergerak ke bagian penting berikutnya yaitu Liturgi Ekaristi.
Liturgi Ekaristi ini terdiri dari tiga bagian:
I. PERSIAPAN PERSEMBAHAN
Persiapan Bahan Persembahan
Sebuah persiapan selalu
merupakan hal yang
penting. Demikian juga
dengan
"persiapan
persembahan"
dalam
Liturgi Ekaristi. Paus
Benediktus XVI dalam
Anjuran
Apostolik
Sacramentum
Caritatis
menegaskan,
bahwa
"Kegiatan
(persiapan
persembahan, red) ini
hendaknya tidak dilihat hanya sebagai semacam "selingan"
antara Liturgi Sabda dan Liturgi Ekaristi. Pandangan seperti itu
cenderung akan melemahkan, sekurang-kurangnya, faham
tentang ritus tunggal yang terdiri dari dua bagian yang saling
terkait. Tata gerak yang kecil dan sederhana ini sungguh
sangat penting: dalam roti dan anggur yang kita bawa ke altar,
seluruh ciptaan dipersembahkan oleh Kristus Sang Penebus
untuk diubah dan dipersembahkan kepada Bapa. Dengan cara
ini kita juga membawa ke altar semua rasa sakit dan
penderitaan dunia, dalam keyakinan bahwa segala sesuatu
memiliki nilai di mata Allah. Makna otentik tata gerak ini dapat
dengan jelas diungkapkan tanpa perlu memberikan penekanan
S
Halaman | 39
Makan malam di rumah makan setempat. Kemudian ke
hotel untuk penginapan.
15. Hari ke 15, Kamis 09 Oktober : Alexandroupolis
Kavala Philippi Kavala.
Seusai sarapan pagi berkunjung ke Philippi, tempat St.
Paulus membaptis Lydia.
Di kota inilah pertama kali St. Paulus memperkenalkan
Kabar Gembira di daratan Eropa. Makan malam dirumah
makan setempat dan menginap di hotel di Kavala, yang
dalam Kitab Suci dikenal sebagai Neapolis.
16. Hari ke 16, Jumat 10 Oktober : Kavala Thessaloniki.
Setelah makan pagi di hotel, perjalanan dilanjutkan ke
Thessaloniki. Makan siang di Sofi's House, menu Eropa.
Kunjungan di Thessaloniki; Museum Archeologi dan
Baselika St. Demetrius. Santap malam di rumah makan
setempat, kemudian diantar ke hotel untuk menginap.
17. Hari ke 17, Sabtu 11 Oktober : Thessaloniki
Kalambaka Meteora Kalambaka.
Setelah sarapan pagi, berangkat untuk berkunjung ke
Meteora.
Anda diajak mengunjungi Biara yang dibangun di puncak
Bukit yang sangat tinggi. (Peraturan Biara, pengunjung
TIDAK BOLEH pakai celana pendek / short, wanita
maupun pria ). Makan siang di rumah makan Panellinion,
menu Eropa. Makan malam dirumah makan setempat.
Menginap di Hotel Meteora.
18. Hari ke 18, Minggu 12 Oktober : Kalambaka Athena.
Sarapan pagi prasmanan di hotel, kemudian perjalanan
dilanjutkan ke Athena, k.l. 5 jam.
Tiba di Athena ke rumah makan Tionghoa untuk santap
siang. Kemudian diajak tour kota Athena dengan seorang
Halaman | 38
Penginapan di hotel Patmos Paradise.
11. Hari ke 11, Minggu 05 Oktober : Patmos Kusadasi.
Pagi-pagi sarapan di hotel kemudian diantar ke Pelabuhan
untuk naik ferry kembali ke Kusadasi. Tiba di Kusadasi jam
12.30, dijemput dan diantar ke rumah makan untuk santap
siang. Siang dan sore tidak ada acara, untuk kegiatan
sendiri atau istirahat.
Makan malam dan penginapan di hotel.
12. Hari ke 12, Senin 06 Oktober : Kusadasi Izmir.
Setelah sarapan pagi, berangkat menuju Izmir. Perjalanan
k.l. 1.30. Tiba di Izmir, Anda diajak tour kota Izmir.
Mengunjungi gereja. St. Polycarpus, satu dari 7 gereja
Wahyu. Makan siang di rumah makan China Town. Seusai
makan siang mengunjungi Agora (tempat pasar). Sore
diantar ke hotel untuk makan malam dan istirahat.
13. Hari ke 13, Selasa 07 Oktober : Izmir Ephesus Izmir.
Setelah sarapan pagi, berangkat untuk kunjungan ke
Ephesus. Mengunjungi Baselika St. Yohannes dan Rumah
Bunda Maria. Makan siang di rumah makan setempat.
Kunjungan dilanjutkan ke Museum Ephesus. Kemudian
diantar ke hotel untuk santap malam dan penginapan.
14. Hari ke 14, Rabu 08 Oktober : Izmir Canakkale
Eceabat- Ipsala Feres Alexandroupolis.
Pagi-pagi sarapan, karena perjalanan hari ini cukup jauh.
Pertama menuju Canakkale k.l. 4 jam. Dan naik ferry ke
Eceabat. Tiba jam 12.30 dijemput dan diantar ke rumah
makan setempat untuk santap siang. Perjalanan
dilanjutkan ke Ipsala, perbatasan Yunani Feres. Disini bus
dan Pangantar Turkey Anda tinggalkan. Perjalanan
dilanjutkan dengan Bus dan pengantar Yunani menuju
Alexandroupolis.
Halaman | 7
dan kerumitan yang tidak selayaknya. Tata gerak ini
memampukan
kita
menghargai
sebagaimana
Allah
mengundang manusia untuk berpartisipasi dalam membawa
karya tangannya kepada kepenuhan dan dengan berbuat
demikian, memberi kerja manusia makna otentik, karena, lewat
Perayaan Ekaristi, ia disatukan dengan kurban Kristus yang
menyelamatkan" (SC, 47).
Dalam persiapan persembahan, Bapa Suci menyebut istilah
"tata gerak yang kecil dan sederhana ini sungguh sangat
penting." Dalam bentuk apa, tata gerak tersebut? Pertama,
dalam bentuk persembahan kolekte. Umat mengisi kantong
atau kotak kolekte dan beberapa umat atau petugas kolekte
mengumpulkannya untuk dibawa ke depan altar. Kedua,
perarakan bahan persembahan. Beberapa umat mengantar
kepada imam bahan-bahan persembahan berupa roti dan
anggur, yang akan dikuduskan dalam Doa Syukur Agung,
uang kolekte dan persembahan lain untuk keperluan Gereja
dan orang miskin (lih. Redemptionis Sacramentum, 70).
Dalam roti dan anggur yang dibawa ke altar tersebut, seperti
dijelaskan oleh Bapa Suci, "seluruh ciptaan dipersembahkan
oleh Kristus Sang Penebus untuk diubah dan dipersembahkan
kepada Bapa. Dengan cara ini kita juga membawa ke altar
semua rasa sakit dan penderitaan dunia, dalam keyakinan
bahwa segala sesuatu memiliki nilai di mata Allah." Jika bagian
ini dimengerti dengan baik, umat dapat melibatkan diri secara
aktif, dengan cara mempersembahkan "semua rasa sakit",
masalah-masalah yang sedang dihadapi dan aneka
penderitaan lainnya, "dalam keyakinan bahwa segala sesuatu
memiliki nilai di mata Allah."
Sejak kantong atau kotak kolekte diedarkan ke umat, koor
bersama umat dapat mengiringinya dengan sebuah nyanyian
yang disebut "Nyanyian Persiapan Persembahan". Mengapa
disebut "Nyanyian Persiapan Persembahan"? Karena
persembahan sesungguhnya baru terjadi di altar. Jadi istilah
Halaman | 8
yang tepat bukan "Nyanyian Persembahan" tetapi "Nyanyian
Persiapan Persembahan".
Ketiga, setelah bahan-bahan persembahan diterima oleh imam
di depan altar, selanjutnya, dengan dibantu oleh misdinar (altar
server), imam berdiri di belakang altar, mengambil patena
dengan roti di atasnya, lalu mengangkatnya sedikit sambil
berdoa dengan suara lembut. Namun, bila nyanyian persiapan
persembahan sudah selesai, imam dapat berdoa dengan
suara lantang, "Terpujilah Engkau ya Tuhan, Allah semesta
alam, sebab dari kemurahan-Mu kami menerima roti yang
kami siapkan ini. Inilah hasil dari bumi dan dari usaha manusia
yang bagi kami akan menjadi roti kehidupan." Kemudian umat
menjawab, "Terpujilah Allah selama-lamanya."
Selanjutnya imam menuangkan anggur dan sedikit air ke
dalam piala sambil berdoa dengan suara lembut,
"Sebagaimana dilambangkan oleh percampuran air dan
anggur ini, semoga kami boleh mengambil bagian dalam
keallahan Kristus, yang telah berkenan menjadi manusia
seperti kami." Kemudian imam mengambil piala berisi anggur,
mengangkatnya sedikit sambil berdoa dengan suara lembut.
Namun, apabila nyanyian persiapan persembahan sudah
selesai, imam dapat berdoa dengan suara lantang, "Terpujilah
Engkau, ya Tuhan, semesta alam, sebab dari kemurahan-Mu
kami menerima anggur yang kami siapkan ini. Inilah hasil dari
pohon anggur dan dari usaha manusia yang bagi kami akan
menjadi minuman rohani," dan umat menjawab, "Terpujilah
Allah selama-lamanya."
Pada hari raya, bisa dilanjutkan dengan pendupaan bahan-
bahan persembahan, salib dan altar. Kemudian diakon atau
misdinar mendupai imam lalu umat. Sesudah itu, imam
membasuh tangan di sisi altar sambil berdoa dalam hati, "Ya
Tuhan, bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku dan
sucikanlah aku dari dosaku"
untuk membantu kita
mengenangkan
Perjamuan
Malam
Terakhir.
Ritus
Halaman | 37
Makan siang prasmanan di Rumah Makan Antik. Sore
kembali ke hotel di Pamukale untuk santap malam
prasmanan dan istirahat.
07. Hari ke 07, Rabu 01 Oktober : Pamukale Philadelphia
Kusadasi.
Sarapan pagi prasmanan, Anda meninggalkan Pamukale
untuk berkunjung ke Philadelphia, mengunjungi gereja
Wahyu dan juga sekitar Philadelphia.
Kemudian diantar ke rumah makan untuk santap siang.
Sore acara bebas, untuk kegiatan sendiri. Makan malam
prasmanan di hotel.
08. Hari ke 08, Kamis 02 Oktober : Kusadasi Samos.
Pagi-pagi sarapan, jam 07.30 diantar ke pelabuhan untuk
naik ferry ke Pulau Samos.
Berangkat jam 08.30 09.45 tiba di pulau Samos. Dijemput
oleh seorang Pemandu dan dilanjutkan dengan tour Pulau
Samos.
Makan siang di rumah makan setempat. Santap malam
dan penginapan di Hotel.
09. Hari ke 09, Jumat 03 oktober : Samos Patmos.
Pagi-pagi sarapan di hotel, jam 07.00 diantar ke pelabuhan
untuk naik ferry ke Pulau Patmos, berangkat jam 08.00
09.00 tiba di pulau Patmos, dijemput oleh seorang
Pemandu dan dilanjutkan dengan tour Pulau Patmos.
Makan malam di rumah makan setempat. Kemudian ke
hotel untuk istirahat.
10. Hari ke 10, Sabtu 04 Oktober : PULAU PATMOS.
Setelah sarapan pagi, berangkat untuk tour Pulau Patmos,
mengunjungi : Biara St. Yohannes dan Gua Wahyu. Makan
siang dan malam di rumah makan setempat.
Halaman | 36
Jam 06.00 pagi Anda diantar ke Bandara untuk
penerbangan ke Kayseri dengan Turkish Airlines, TK260
jam 07.30 08.55 tiba di Bandara Kayseri, dijemput oleh
seorang pemandu dan mulai perjalanan yang agak jauh.
Kira-kira jam 12.00 tiba di Kasikla untuk santap siang di
rumah makan setempat. Dilanjutkan dengan kunjungan ke
Cappadocia, mengunjungi Museum terbuka di Lembah
Goreme yang dahulu memiliki 365 buah gereja, namun
sekarang tinggal beberapa saja.
Kunjungan dilanjutkan menuju Kaymakli, kota dibawah
tanah. Kemudian ke Uçhisar, sebuah daerah yang di
penuhi oleh benteng-benteng karang alam yang sangat
unik.
Anda diantar ke hotel di Nevshehir untuk makan malam
prasmanan dan istirahat.
05. Hari ke 05, Senin 29 September : Nevshehir Konya
Pamukale.
Sarapan pagi prasmanan di hotel. Kemudian berangkat
menuju Konya, k.l. 224 Km.
Setiba di Konya sekedar melihat kota Konya dan kemudian
ke rumah makan Horozluhan, menu setempat. Setelah
makan siang perjalanan dilanjutkan ke Pamukale.
Langsung ke hotel untuk santap malam dan penginapan.
06. Hari ke 06, Selasa 30 september : PAMUKALE.
Sarapan pagi prasmanan di hotel, dilanjutkan dengan tour
melihat bagian Archeologi, sebuah pemandian air panas
alam dan membentuk stalakmit yang sangat indah.
Kemudian kunjungan ke Gereja St. Paulus, salah satu
gereja yang tertulis dalam Kitab Wahyu. Juga
mengunjungi Laodakia dan Sardis.
Halaman | 9
mencampurkan air dan anggur serta membasuh tangan adalah
hal yang biasa dilakuan orang-orang Yahudi dalam perjamuan
di jaman Yesus.
Kelima, setelah bahan-bahan persembahan selesai disiapkan,
imam membuka tangan ke arah umat sambil berkata,
"Berdoalah saudara-saudari, supaya persembahanku dan
persembah-anmu berkenan kepada Allah, Bapa yang
Mahakuasa." Dalam Tata Perayaan Ekaristi (TPE) yang baru
(di Indonesia), pada waktu imam menyerukan kata-kata
tersebut, umat langsung berdiri dan menjawab, "Semoga
persembahan ini diterima demi kemuliaan Tuhan dan
keselamatan kita serta seluruh umat Allah yang kudus." Di
Australia, khususnya di Keuskupan Agung Perth, tata gerak ini
baru akan diresmikan pemberlakuannya pada hari raya
Pentakosta, 11 Mei 2008 mendatang. Dalam tentang
perubahan ini sudah diinformasikan dalam Warta Mingguan,
bahwa pada waktu imam berkata, "Berdoalah saudara-
saudari......" umat langsung berdiri. Jadi, berdirinya bukan
waktu akan Prefasi.
Doa Persiapan Persembahan
Doa ini termasuk doa presidensial, yang hanya didoakan oleh
imam atas nama seluruh umat yang hadir. Karena itu imam
mengajak umat untuk berdoa agar persembahan umat diterima
oleh Tuhan dan umat menjawab "Amin' atas Doa Persiapan
Persembahan tersebut.
II. DOA SYUKUR AGUNG
Tentang Doa Syukur Agung ini, Bapa Suci Benediktus XVI
mengatakan, "Doa Syukur Agung adalah `pusat dan puncak
seluruh perayaan' (lih. Pedoman Umum Misale Romawi, 78).
Makna pentinya menuntut penekanan yang sepantasnya.
Beragam Doa Syukur Agung yang tercakup dalam Misale telah
diwariskan kepada kita oleh Tradisi Gereja yang hidup dan
sangat patut diperhatikan kekayaan teologis serta spiritualnya
Halaman | 10
yang tak kunjung habis. Kaum beriman perlu dimampukan
untuk menghargai kekayaan itu. Di sini Pedoman Umum
Misale Romawi dapat membantu, dengan daftar unsur dasar
setiap Doa Syukur Agung: syukur, aklamasi, epiklesis, kisah
institusi dan konsekrasi, anamnesis, doa persembahan, doa
permohonan dan doksologi penutup. Secara khusus,
spiritualitas ekaristis dan renungan teologis diperkaya kalau
kita menyimak dalam anaphora itu kesatuan mendalam antara
pemanggilan Roh Kudus dan kisah institusi di mana
`dilangsungkan kurban yang diadakan oleh Kristus sendiri
pada Perjamuan Terakhir' (Pedoman Umum Misale Romawi,
79d). Sungguh, `Gereja memohon kuasa Roh Kudus, dan
berdoa supaya persembahan yang disampaikan oleh tangan-
tangan insan dikuduskan, yakni, menjadi Tubuh dan Darah
Kristus; juga supaya kurban murni itu menjadi sumber
keselamatan bagi mereka yang akan menyambutnya dalam
komuni" (SC, 48).
Dialog Pembuka
Doa Syukur Agung dibuka dengan dialog antara imam dan
umat. Pertama-tama imam menyapa umat dengan "Tuhan
bersamamu" dan umat menjawab "Dan bersama rohmu" atau
"Tuhan sertamu" dan umat menjawab "Dan sertamu juga".
Kemudian imam bertanya apakah umat telah siap untuk
menuju meja perjamuan dan memperbarui janji baptis serta
menyerahkan diri kepada Tuhan dengan berkata, "Marilah
mengarahkan hati kepada Tuhan" dan umat menjawab bahwa
sudah siap dengan berseru, "Sudah kami arahkan." Umat juga
diajak untuk bersyukur kepada Tuhan Allah dengan seruan,
"Marilah bersyukur kepada Tuhan Allah kita". Umat menjawab,
"Sudah layak dan sepantasnya."
Prefasi
Sambil
merentangkan
tangan,
imam
melagukan
/
mengucapkan Prefasi (dalam buku TPE untuk imam, ada 61
pilihan Prefasi). Kata 'prefasi' diambil dari bahasa Latin yang
Halaman | 35
Tapak Tilas Rasul Paulus Bersama Waicc Dan Teman-
Teman Ke Turki Dan Yunani.
Perjalanan ziarah ke Turki dan Yunani sedang di rencanakan.
Perjalanan ziarah ini akan di ikuti oleh Romo Ari. Bagi yang berminat,
mohon menghubungi Ibu Martina 0411 413 589 untuk detail dan
biaya perjalanan.
01. Hari pertama, Kamis 25 September : Jakarta Dubai.
Anda diminta berkumpul di Bandara Sukarno Hatta,
terminal 2D pada jam 17.30 untuk berangkat ke Dubai
dengan penerbangan Emirates EK349 pada jam 20.30
02. Hari ke 02, Jumat 26 September : Dubai
Istanbul.
Tiba di Bandara Dubai jam 05.30 dan ganti pesawat EK121
menuju Istanbul, berangkat jam 14.30 17.55 tiba di
Bandara Istanbul. Anda dijemput oleh perwakilan kami dan
diantar ke rumah makan Tionghoa untuk santap malam.
Setelah makan malam Anda diantar ke hotel untuk istirahat.
03. Hari ke 03, Sabtu 27 September : ISTANBUL
Setelah sarapan pagi prasmanan, Anda mulai dengan Tour
kota Istanbul didampingi seorang Pemandu berbahasa
Inggris. Yang akan dikunjungi : Blue Mosque, Aya Sophia,
semua lantai dan Istana Topkapi. Makan siang di rumah
makan Tionghoa.
Seusai santap siang, tour dilanjutkan melihat Lapangan
Hippodrome dan Bazaar.
Makan malam di rumah makan Tionghoa. Kembali ke hotel
untuk istirahat.
04. Hari ke 04, Minggu 28 September : Istanbul Kayseri
Nevshehir.
Karena harus terbang pagi-pagi, sarapan pagi disediakan
dalam kotak.
Halaman | 34
JADWAL DOA ROSARIO & SENAKEL&LECTIO DEVINA
TANGGAL
WAKTU
TEMPAT
Kamis, 1Mei 2008
Misa pembukaan Rosario
10.30 pagi
St. Brigid Church
211, Aberdeen Str. - Perth
Senin, 5 Mei 2008
Senakel
dan
Novena
Pentecost
7.30 malam St. Benedict Church
Ardross str.,- Applecross
Kamis,8 Mei 2008
Doa
rosario
&
Novena
Pentekosta
7.30 pm
St. Benedict Church
Ardross str. - Applecross
Senin,12 Mei 2008
Doa Rosario
10.30 pagi
Kel.Ibu Yannie Sutikno
17, Westland place-Waterford
Kamis, 15 Mei 2008
Doa Rosario & Lectio divina
7.00 pm
Kel.Ibu Lenny Subianto
17, Totare Av (Summer pine)
Canningvale
Senin, 19Mei 2008
Senakel dan doa Rosario
7.00 malam Kel.Bpk/Weelee/Monica
76, McDonald Str. - Como
Kamis, 22 Mei 2008
Doa rosario
7.00 malam Kel.Bpk Jimmy Kartadinata
37, Unity way-
Harvest Lake Atwell
Senin, 26 Mei 2008
Misa &Doa rosario
7.00 malam Kel.Bpk. Antonius Kusnadi
11, Kirwan Way-Winthrop
Selasa, 27 Mei 2008
Doa Rosario& Lectio Devina
10.30 pagi
Kel. Ibu Endah
6, Heatherton Mews, Hillarys
WA 6025
Sabtu, 31 Mei 2008
Misa Penutupan Doa Rosario
11.00 am
St. Anna Church
6549 Great Northern Hwy
Bindoon 3.5 km-North of
Township.
Halaman | 11
artinya "di hadapan muka" - di hadapan hadirat Tuhan. Kita
dibawa ke hadirat Tuhan dan diingatkan betapa baiknya Allah
kepada kita. Pada akhir Prefasi, imam mengatupkan tangan
dan bersama umat melagukan/mengucapkan kudus.
Kudus
Sementara perbuatan Allah yang ajaib dinyatakan kepada
umat, umat tidak dapat menahan luapan kegembiraan mereka
dan bernyanyi "Kudus, kudus, kuduslah Tuhan, Allah segala
kuasa, surga dan bumi penuh kemuliaan-Mu."
Dengan berbagai tata gerak, seperti merentangkan tangan,
mengatupkan
tangan,
mengu-lurkan
tangan,
imam
melanjutkan doanya, memuji dan memuliakan Tuhan, serta
memohon rahmat Roh Kudus untuk mengubah persembahan
roti dan anggur menjadi Tubuh dan Darah Kristus. Ini yang
disebut doa epiklese. St. Sirilus dari Yerusalem, dalam
bukunya yang berjudul Catechesis menyatakan bahwa kita
`memohon kepada Allah agar dalam kerahiman-Nya mengutus
Roh Kudus-Nya atas persembahan yang ada di hadapan kita,
untuk mengubah roti menjadi tubuh Kristus dan anggur
menjadi darah Kristus. Apapun yang disentuh oleh Roh Kudus
dikuduskan dan diubah sama sekali" (Sacramentum Caritatis,
13). Karena itu dalam Sacramentum Caritas seperti saya kuti
di atas Bapa Suci mengatakan, "Gereja memohon kuasa Roh
Kudus, dan berdoa supaya persembahan yang disampaikan
oleh tangan-tangan insan dikuduskan, yakni, menjadi Tubuh
dan Darah Kristus."
Imam kemudian mengenangkan kejadian pada saat
Perjamuan Malam Terakhir sebagai dasar Ekaristi - dengan
mengucapkan kata-kata konsekrasi (kisah institusi dan
konsekrasi). Pada saat imam mengangkat Tubuh Kristus, umat
menengadah ke arah Tubuh Kristus (bisa sambil mengatupkan
kedua tangan di depan dada atau sedikit diangkat) dan setelah
ditaruh di atas patena imam berlutut dan umat
menganggukkan kepala atau membungkukkan badan sebagai
Halaman | 12
sikap hormat. Jangan terbalik, ketika Tubuh Kristus diangkat,
umat membungkukkan badan dan waktu ditaruh di atas patena
umat menengadah ke atas. Demikian juga waktu piala Darah
Kristus diangkat, umat menengadah ke arah piala Darah
Kristus (bisa sambil mengatupkan kedua tangan di depan dada
atau sedikit diangkat) dan setelah ditaruh di atas korporale
imam berlutut dan umat menganggukkan kepala atau
membungkukkan badan sebagai sikap hormat.
Pada saat yang penting ini kita menyatakan misteri iman kita:
"Kristus telah wafat, Kristus telah bangkit, Kristus akan
kembali." Inilah yang disebut aklamasi anamnesis. Dalam TPE
yang baru ada 6 (enam) pilihan anamnesis. Berikut imam
melanjutkan kenangan akan karya penyelamatan yang agung:
sengsara, wafat dan kebangkitan Kristus.
Rasa syukur atas karya penyelamatan Allah mendorong kita
untuk berani me-nyampaikan permohonan dengan penuh
keyakinan, yaitu permohonan kita yang paling pokok dalam
setiap Ekaristi: Kita berdoa untuk persatuan. "Kami mohon
agar kami yang menerima Tubuh dan Darah Kristus dihimpun
menjadi satu umat oleh Roh Kudus" (DSA II). Dalam doa
tersebut kita menambahkan doa untuk Bapa Suci di Roma,
untuk Bapa Uskup kita, para imam, diakon, kaum beriman,
semua orang lain yang telah meninggal dunia dan teristimewa
untuk diri kita sendiri, yaitu bahwa dengan bantuan doa para
kudus kelak kita boleh datang ke perjamuan kudus di surga.
Kita rindu akan hari yang mulia itu dan saat imam mengangkat
roti dan anggur yang telah dikonsekrasikan, imam bersama-
sama dengan para kudus di surga mengangkat suara dan
berdoa demi kemuliaan Tuhan dalam nama Kristus, "Dengan
pengantaraan Kristus, bersama Dia dan dalam Dia, bagi-Mu,
Allah Bapa yang Mahakuasa, dalam persekutuan dengan Roh
Kudus, segala hormat dan kemuliaan sepanjang segala masa."
Inilah yang disebut doksologi penutup. Kata "Amin" yang kita
ucapkan sesudah Doa Syukur Agung ini menyatakan
Halaman | 33
Pada tanggal 1 Maret 2008 telah meninggal di Jakarta ,
Ibu Tjhay Tjin Jung Ibunda dari Hendra & Lanny Hartono.
Pada tanggal 13 Maret 2008 telah meninggal di Jakarta
Ibu Inge Sudarso, Kakak dari Bapak Dedy & Ibu Henny
Sudarso.
Pada tanggal 5 Maret 2008, Jayden Timothy Purnamasidi
Putra dari Ferdi & Silvie Purnamasidi.
Pada tanggal 13 Maret 2008, Davies Julian Subari
Putra pertama dari David & Florin Subari
Pada tanggal 25 Maret 08, Keyla Marcia Tukgali.
Putri kedua dari Marcos & Cynthia Tukgali.
Pada tanggal 15 April 08, Valerie Aurellia Widjaja.
Putri dari Victor Widjaja & Henny Saputra,
Pada tanggal 17 April 08, Owen Alexander.
Putra pertama dari Mirna Sasongko & Sunarhadi.
Halaman | 32
menjadi bahagia karena bahagia adalah tujuan kami dan juga
pasti tujuan anda, ada yg mengatakan bahagia itu
intangible
,
hal itu memang benar karena bahagia merupakan suatu rasa,
namun jika dilaksanakan dengan itikad baik, jujur, ramah,
bertanggung jawab, bersyukur maka akan bermanfaat bagi diri
sendiri dan bermanfaat seluas-luasnya".
Selain mengelola Joger, Joseph juga sering menjadi
pembicara di seminar-seminar. Penghargaan dari president
"Adi Nugraha" di dapatnya pada tahun 2000. Sering
diungkapkannya, "kembangkanlah diri kalau mau percaya diri.
Tapi sebelum mengembangkan diri, harus tahu diri. Jadi
intinya adalah tahu diri, setelah itu percaya diri. Bagaimana
bisa berusaha, bila tidak percaya diri dan tidak bisa
mengembangkan diri?Ada tiga bagian yang bisa diambil bila
mau terjun dalam bisnis. Pertama, menjadi pelopor. Kedua,
menjadi terbaik kalau tidak bisa menjadi pelopor. Bila tidak
bisa menjadi pelopor dan terbaik, jadilah yang ketiga. Karena
yang ketiga sudah tidak ada lagi". Begitu juga dengan Joger.
Joger mengambil nomor tiga, karena setelah Joger tidak ada
lagi usaha seperti Joger. Sekian perkenalan singkat dengan
Mr. unik asli Indonesia ini.
Disadur dari:
http://khuclukz.wordpress.com/
;
http://id.wikipedia.org
;
http://www.purdiechandra.com
Halaman | 13
persetujuan serta partisipasi kita dalam seluruh rangkaian doa
Ekaristi.
III. KOMUNI
Bapa Kami
Kita mempersiapkan diri untuk makan dan minum di meja
perjamuan Tuhan dengan kata-kata yang diajarkan oleh
Yesus, "Berilah kami rejeki pada hari ini, dan ampunilah
kesalahan kami seperti kami pun mengampuni yang bersalah
kepada kami...." Karena itu imam bersama seluruh umat
mendoakan/menyanyikan Bapa Kami. Dalam TPE yang baru
disediakan 4 (empat) pilihan Doa/Lagu Bapa Kami. "Bapa
Kami Filipina" yang selama ini kita pakai dan rupanya
digemari umat - tidak termasuk doa Bapa Kami yang
dianjurkan oleh TPE baru. Dalam hal ini, para petugas choir
(pemilih lagu/dirigen/organis) perlu mempelajari keempat lagu
Bapa Kami tersebut untuk digunakan dalam setiap Perayaan
Ekaristi.
Embolisme
Setelah doa Bapa Kami, imam mengucapkan "doa sisipan"
yang diakhiri dengan "...sambil mengharapkan kedatangan
Penyelamat kami, Yesus Kristus" dan umat berseru, "Sebab
Engkaulah Raja, yang mulia dan berkuasa untuk selama-
lamanya". Inilah yang disebut dengan istilah embolisme.
Doa Damai
Sambil merentangkan tangan, imam mendoakan "Doa Damai".
Dalam TPE yang baru, Doa Damai hanya didoakan oleh imam
dan umat hanya menjawab "Amin". Selama ini umat belum
mengikuti TPE yang baru ini sehingga waktu imam mendoakan
"doa damai", umat masih mengikutinya. Melalui Majalah Shine
dan penjelasan ini, diharapkan umat menjadi tahu dan
mengikutinya secara benar dan tepat.
Halaman | 14
Isi dari "doa damai" tersebut ialah suatu permohonan agar
umat dapat hidup bersatu dengan rukun. Karena itu, komuni
(dari bahasa Latin 'communio' berarti persekutuan) adalah
tanda serta sumber rekonsiliasi serta persekutuan kita dengan
Tuhan dan dengan umat satu dengan lainnya. Kemudian kita
membuat gerak-isyarat persekutuan dan pengampunan
kepada mereka yang berada di sekeliling kita dengan berjabat
tangan sebagai tanda damai.
Salam Damai
Bapa Suci Benediktus XVI dalam Anjuran Apostolik
Sacramentum Caritas mengatakan, "Sedari hakikatnya,
Ekaristi adalah Sakramen Damai. Dalam Misa, dimensi misteri
ekaristis ini mendapatkan ungkapan khas dalam "salam
damai". Sungguh, salam damai ini memiliki arti yang penting
(bdk. Yoh 14:27). Pada masa kita, yang penuh dengan
ketakutan dan konflik, tata gerak ini menjadi sangat kuat,
karena Gereja semakin sadar akan tanggung jawabnya untuk
memohon dengan lebih mendesak karunia damai dan